oleh

Ketua Fraksi PPP Lebak Desak RSUD Malingping PHK PT Azaretha Hana Megatrading

LEBAK, Bratapos.com–Karyawan Cleaning Service di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Keluhkan upah selama 2 bulan belum dibayarkan oleh perusahaan jasa tenaga (Outsourcing) dari PT Azaretha Hana Megatrading dibawah Direktur Dodong.

Berdasarkan, keterangan salah satu Karyawan, mengatakan telah ada himbauan melalui surat bernomor : 069/AZT/-SP/IV/2021 pemberitahuan PT. Azaretha Hana Megatrading selaku perusahaan outsourcing Cleaning Service di RSUD Malingping memberitahukan agar seluruh karyawan untuk sementara di rumahkan pertanggal 23 April 2021 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dengan alasan, belum jelasnya pembayaran tagihan bulanan kepada perusahaan penyedia jasa tenaga kerja oleh pihak RSUD Malingping menjadi pemicu seluruh karyawan dirumahkan.

Menurutnya, kalau masalah itu , karyawan CS RSUD Malingping tetap kerja semaksimal mungkin seperti biasa bahkan kata dia, tidak akan terpancing dengan adanya surat dirumahkan ,dan pihak anak anak semua tetap waspada takutnya ini terjadi politik.

” Dengan tetap mempertahankan karyawan CS agar mereka tetap bekerja di RSUD mengingat sampai hari ini mereka tetap bekerja tidak mengindahkan perintah dari PT. Azaretha Hana Megatrading selaku perusahaan outsourcing cleaning service di RSUD Malingping,” ungkapnya.

Dia juga mengutarakan keluhannya kepada salah satu Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Musa Weliansyah, “kami rakyat kecil apalagi kami ini mau  menjelang lebaran, mau beli baju  lebaran anak- anak dan istri, banyak kebutuhan pak Dewan, harus bagaimana kami”keluh dia yang disampaikan ke Dewan Fraksi PPP Lebak.

Mendengar hal itu, anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah meminta agar pihak RSUD Malingping memutuskan kontrak secara sepihak kepada PT. Azaretha Hana Megatrading selaku perusahaan jasa tenaga kerja atau outsourcing.

Pasalnya, kata Ketua Fraksi PPP DPRD Lebak ini perusahaan outsourcing tersebut tidak menunaikan kewajibannya membayar upah kepada para karyawan Cleaning Service di lingkungan RSUD Malingping. Seharunya perusahaan outsourcing itu tidak ada alasan lain tidak membayarkan upah kepada karyawannya.

“Harusnya perusahaan bermodal dong, jangan karena belum dibayar oleh pihak RSUD Malingping menunda gaji karyawan, kasihan mereka (Karyawan) terlebih menjelang lebaran, bukannya memberikan kewajibannya membayar upah karyawan, ini malah merumahkan seluruh karyawan. Kan ini tidak jelas”tegas Musa. Kamis (28/4).

Tak hanya itu, Musa menjelaskan Karyawan CS di perusahaan outsourcing itu kebanyakan warga Lebak Selatan, kurang lebih sebanyak 38 salah satu dari ke 38 orang tersebut merupakan suruhan dari pihak perusahaan. Menjadi karyawan untuk menopang kebutuhan keluarga di rumahnya. Belum digaji selama 2 bulan oleh perusahaan luar kabupaten.

“Saya meminta agar putus sepihak kerjasama dengan perusahaan outsourcing itu. Karena diduga perusahaan tidak bermodal hanya mengandalkan pembayaran dari pihak RSUD Malingping, harusnya pihak perusahaan bermodal dulu untuk mengcover gaji karyawan selama 3 bulan, bukannya menjadi korban,” ujarnya.

Terpisah Direktur, PT. Azaretha Hana Megatrading, Dodong saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Karyawan CS dilingkungan RSUD Malingping bukan di PHK akan tetapi diistirahatkan. “Diistirahatkan, disuruh istirahat dulu. Nanti kalau sudah kami bayar boleh kembali bekerja” kata Direktur PT Azaretha Hana Megatrading singkat.

Penulis : Hadi

Publish : Sol

REKOMENDASI UNTUK ANDA