oleh

Pemkab Malang Bangunkan Rumah Layak Huni Warga Terdampak Gempa Desa Jogomulyan

MALANG, Bratapos.com – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM mengunjungi warga terdampak bencana gempa bumi M6,7 yang ada di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Selasa (13/4/2021) petang.

Bupati bersama rombongan meninjau langsung sejauh mana perkembangan upaya penanganan bantuan terhadap warga terdampak pasca bencana sekaligus berbuka bersama di hari pertama Puasa Ramadhan.

Kepada awak media usai kunjungan, Bupati menyampaikan, kebutuhan makan para warga terdampak bencana gempa bumi ini harus tercukupi. Kabupaten Malang sudah drop bantuan bahan sembako di Kecamatan Tirtoyudo namun diakuinya belum didistribusikan secara merata.

Karena itu, beliau memerintahkan agar Camat Tirtoyudo bersama Muspika setempat diperintahkan segera membagikan bahan bantuan meski jumlahnya seadanya karena masih proses dropping.

”Camat saya perintahkan, seandainya dulu langsung dibagi ke warga terdampak bencana, tidak perlu menunggu banyak. Memang bahan bantuan ini berikutnya datang lagi, dan dibagi lagi secara merata. Hari ini, bahan bantuan beras baru siap di BPBD terdapat 10 ton. Besok kita perintahkan untuk dikirim semua ke wilayah terdampak ke daerah-daerah,” jelasnya.

Tak hanya bahan sembako, kebutuhan lain dari warga terdampak yang paling urgent adalah tempat hunian. Karena rumah atau tempat tinggalnya banyak yang rusak diterpa gempa yang mengguncang pada hari Sabtu, lalu. Pemerintah Kabupaten Malang pun melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, telah merancang model hunian sementara.

Bupati mengakui, pikirkan untuk disiapkan rumah sementara dengan predikat rumah layak huni, namun bukan gedong alias berdindin batu bata, berukuran 6×8 meter. Rencananya, mulai hari Rabu dilakukan pembersihan semaksimal mungkin terhadap 14 rumah yang rusak dan didahulukan di bangun rumah sementara layak huni supaya tidak menempati tempat pengungsian.

”Karena kita kesulitan untuk mencari rumah sewa sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Mungkin pembangunan rumah sementara ini selesai dalam 10 hari. Nanti juga dapat bantuan dari BNPB untuk yg rusak berat : 50 juta, dihitung cukup untuk membangun rumah layak huni. Kalaupun setelah dibangunkan oleh Pemkab Malang rumah sementara ini, oleh masyarakat ya tidak apa-apa, jika mau ditempati seterusnya. Karena sudah memenuhi standart rumah nasional. Juga sudah ada gambarnya dari Kementerian PUPR namun ukurannya 4×6 meter. Sehingga rumah sementara ini ukurannya juga lebih luas karena saya minta dikembangkan menjadi 6×8 meter lengkap dengan kamar mandi, dapur, tempat tidur, dan ruang tamu,” aku Bupati.

Selanjutnya, Bupati juga menjelaskan, hitungan awal untuk pembangunan satu unit rumah sementara ini sekitar 30 jutaan per unit. Mulai besok akan kerja bakti membersihkan puing-puing, dan meterial sudah mulai dikirim seperti batako, kayu dan spandek. Bupati inginkan terus gerak cepat agar tidak ada pengungsian lagi.

”Sedangkan untuk bantuan sembako terus mengalir seperti tadi bantuan dana 50 juta dan beras 5 ton dari Hotel Grand Kanjuruhan, Bus Bagong juga sama. Dari Bank Jatim juga bantu 50 juta, dari NK Cafe 100 juta. Semuanya lewat BPBD Kabupaten Malang,” pungkas Bupati.

Pewarta : Joko.W/hms
Publish : Adi/Zen

REKOMENDASI UNTUK ANDA