oleh

Empat Pria Perakit & Penjual Senpi di Brangus Polresta Banyuwangi

BANYUWANGI, Bratapos.com- Tepatnya Jum’at Polresta Bayuwangi mengungkap senjata api (senpi) ilegal disebuah bangunan rumah di Jalan Nusa Indah, 57 Desa Boyolangu, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam kasus tersebut anggota Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil menangkap satu tersangka inisial “NM” (51), berperan sebagai pembuat senpi. “Satu tersangka yang bagian merakit senpi diamankan Polresta Banyuwangi,”kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Sabtu (10/4/2021) siang.

Atas pengungkapan kasus tersebut, Derektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim akan memback up penuh pengungkapan senjata api (senpi) yang saat ini ditangani oleh Polresta Banyuwangi. “Nanti di back up penuh oleh ditreskrimum polda jatim, saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolresta Banyuwangi untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,”Tambahnya.

Tersangka “NM” diamankan karena dipersangkaan telah melakukan tindak pidana membuat, menerima, memperoleh, menyerahkan, membawa, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia senjata api, amunisi, bahan peledak yang dimaksud dalam Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951.

Sementara dari hasil pengembangan penyidikan tersangka awal, polisi berhasil menangkap pelaku lainnya inisial IPW (48) warga Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, AW (33) warga Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi dan satu tersangka lain inisial CS (66) warga Kecamatan Beji Kota, Depok Jawa Barat.

“Dari hasil pengembangan tersangka “NM”, petugas kembali mengamankan tiga orang tersangka lagi,”Jelas Kombes Pol Arman Asmara Kapolresta Banyuwangi.

Dari pengakuan tersangka NM, dia berperan sebagai pembuat senjata api modifikasi, bahwa dia belajar membuat senpi secara otodidak yang ia pelajari melalui internet. Selain berperan sebagai pembuat senpi, ia juga sebagai perantara penjualan senpi.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas juga mengamankan berbagai barang bukti diantaranya, satu senpi modif jenis M-16, satu senpi modif jenis lee-enfield, satu senpi modif M-16 singgle, dua magazine M-16, tiga magazine SS1, 53 amunisi senjata cis kaliber 22 MM, 40 amunisi tajam kaliber 7,62 MM, 160 proyektil cis, tiga buah peredam dan barang bukti yang lain termasuk alat pembuat senpi.

“Dari kasus ini kita amankan beberapa barang bukti senpi dan amunisi dari tangan para tersangka,”Ungkapnya.

Sementara itu tersangka “IPW” sebagai pembeli dari tersangka “NM”, dan petugas mengamankan barang bukti sepucuk senpi jenis M-16 modifikasi, satu pucuk senjata Rev kodif cis kaliber 22 MM, satu senpi jenis FN-Broning, satu senpi laras panjang cis kaliber 22 MM serta 111 amunisi kaliber 5,55 MM, kaliber 9 MM serta cis kaliber 22 MN dan cis kaliber 22 MM, serta dua magazine M-16 dan magazine FN-Broning.

Sedangkan dari tangan tersangka AW, yang berperan sebagai pemasok atau penjual 50 amunisi kaliber 9 MM, yang disita dari tersangka NM. Sedangkan tersangka CS berperan sebagai penjual satu pucuk senpi laras panjang cis kaliber 22 MM yang disita dari tersangka IPW.

Dari pengungkapan ini, ke empat tersangka akan dijerat dengan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 195 di1, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun penjara.

Reporter: Waluyo (tim)

Editor/Publisher: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA