oleh

Perusahaan Transportasi di Kudus Minta Pemerintah Pertimbangkan Kembali Larangan Mudik

KUDUS, Bratapos.com – Pemerintah memutuskan untuk melarang mudik pada libur Lebaran 2021 mendatang. Kebijakan tersebut pun menuai pro dan kontra. Banyak pihak meminta pemerintah mempertimbangakan kembali kebijakan tersebut.

Hal ini tentu saja akan berimbas salah satunya pada pengusaha transportasi umum khususnya adalah perusahaan otobus. Selama pandemi banyak perusahaan otobus yang gulung tikar khususnya adalah bus pariwisata. Praktis selama pandemi, sektor pariwisata berada dibawah titik nadir.

Menanggapi larangan mudik tahun ini, pemilik PO Haryanto yakni Haji Haryanto mengatakan dirinya berharap para pejabat di pemerintahan dapat mengkaji ulang kebijakan untuk melarang mudik tahun ini. Apalagi bagi kaum muslim yang setelah ramadhan mereka juga ingin berkumpul bersama keluarga dikampung halamannya.

“Kalau saya melihat, mudik ini kan tradisi umat muslim, masyarakat dilarang mudikpun akan tetap berusaha untuk pulang kampung saat lebaran. Mereka biasanya malah nekad naik truk atau kontainer yang penting bisa pulang kampung. Ini kan sangat membahayakan bagi keselamatan mereka sendiri, mudikpun membuat dia ceria karena ketemu keluarga” kata Haji Haryanto diruang kerja (8/04/21).

Padahal mudik ini, lanjut haryanto, tidak ada yang dirugikan bahkan banyak keuntungan bagi masyarakat karena dengan adanya mudik ekonomi akan bangkit, toko-toko menjadi ramai, kuliner-kuliner ramai yang dulunya sepi pembeli, dan bisa meningkatkan penghasilan dengan adanya mudik.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada pemerintah supaya mempertimbangkan hal-hal yang demikian. Yang terpenting mereka dapat menjaga kesehatan. Apalagi momen lebaran merupakan yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin untuk dapat bersilaturahmi dengan keluarganya.

“Semoga kondisi seperti sekarang ini dapat pulih kembali, kasihan masyarakat. Apalagi teman-teman sesama pengusaha otobus ada yang banyak tanggungan. Mereka banyak yang kolap dan menjual busnya. Pengusaha bus beda dengan pengusaha lainnya, karena mereka hanya mengandalkan keramaian penumpang pada liburan sekolah, lebaran dan liburan akhir tahun,” ucap Haji Haryanto.

Namun dengan kondisi seperti ini, maka banyak pengusaha otobus yang tidak bisa meneruskan usahanya dan akhirnya bangkrut. Apalagi bila ditambah adanya larangan mudik tahun ini, bagaimana nasib karyawan dan keluarganya.

“Kalau pengusaha transportasi ini tidak jalan maka ekonomi lumpuh dan macet, imbasnya juga ke masyarakat”, kata haji haryanto.

Reporter: Aditya
Editor/Publisher: Arta

REKOMENDASI UNTUK ANDA