oleh

Krisis LPG Subsidi Bukan Hal Baru Di Karimun

Karimun, Bratapos.com – Permasalahan kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Karimun bukan hal baru, kelangkaan terjadi karena masalah yang cukup klasik, penyaluran yang tidak transparan di lapangan karena tata kelola perdagangan tanpa pengawasan yang semestinya,akibatnya warga yang kurang mampu terkena imbas akan kelangkaan LPG kelas “melon” tersebut yang disubsidi oleh pemerintah teruntuk rumah tangga kurang mampu.

Muhammad Yosli,selaku Kepala Dinas Perdagangan,Koperasi,UKM dan ESDM Karimun sebenarnya mengetahui akan terjadinya kelangkaan ini disebabkan oleh ulah sebagian warga yang sudah mampu namun masih memanfaatkan barang subsidi kouta bagi masyarakat yang kurang mampu,kepada salah satu media lokal Muhammad Yosli juga pernah menyampaikan bahwa kelangkaan ini adanya pengurangan kouta yang di lakukan Pertamina terhadap Kabupaten Karimun,”Awalnya kouta kita sekitar 5 ribu MT dan sekarang tinggal sekitar 3.196 MT” demikian Yosli yang dikutip dari salah satu media online lokal.

Melempemnya tata kelola kouta gas LPG jenis melon sejak pemberlakuan kebijakan konversi minyak tanah ke gas sangat meresahkan di kalangan masyarakat kurang mampu di Karimun.
Dikutip dari salah satu sosial media Fecebook berbagai tanggapan netizen yang menyoroti kelangkaan gas subasidi 3 kilogram di Karimun,””Suruh pakai gas tapi gas tak Ade keliling kabupaten nihil ada yang jual sama tempatnya tinggal satu ,balek ambil duit sudah tak ade, perhatian rakyat miskin nih minyak tanah langka,nak jadi ape rakyat ini yang .?

Yang miskin tambah miskin yang kaya tambah kaya.”ungkapnya di laman group FB Karimun Kampoeng Kite,Jaminan,42 tahun warga Meral kepada bratapos berharap”Kadis Perdagangan harusnya punya data lengkap dan melakukan pengawasan di lapangan jangan cuma duduk manis di kantor,tengok nasib rakyat ,” ujarnya kepada bratapos, Kamis(08/04) di Karimun.

Sementara itu Nyimas Novi Ujiani anggota DPRD Karimun dari Komisi II yang membidangi perekonomian ketika dimintai tanggapannya terkait cengkarut tata kelola gas LPG di Karimun melalui pesan singkat WA terkesan bungkam seribu bahasa, bagaimanapun kelangkaan gas LPG kelas melon ini selalu berulang.tentu saja masyarakat berharap fihak terkait memiliki empati untuk memikirkan nasib rakyat kecil,bukan Sekedar menebar janji tapi transparan dalam berjanji.

Reporter : Sudarno

Publisher : dimas

REKOMENDASI UNTUK ANDA