2880 Views
oleh

Warga Hulaan Didampingi MGS Wadul Ke Bupati Gus Yani Tentang Pemasangan Pipa PDAM, Dirut Terkesan Tutup Mata

GRESIK, Bratapos.com. Hendak menikmati penyaluran air dari PDAM Giri Tirta, ternyata hanya isapan jempol belaka. Sebab, ratusan Masyarakat Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik merasa tertipu oleh panitia, Pemerintah Desa Hulaan, dan rekanan PDAM. Pasalnya, yang dijanjikan oleh Pemerintah Desa untuk menikmati air dari PDAM hanyalah janji palsu.

Hal itu dikatakan oleh Masyarakat Gresik Selatan (MGS) M Imron ketika mendapat wadulan dari masyarakat Hulaan. Ia menceritakan, awalnya pihak panitia bersama Pemerintah Desa Hulaan menyebarkan brosur pada masyarakat. Dalam brosur tersebut tertera bahwa ada program dari PDAM Giri Tirta, mendapatkan subsidi biaya pembayaran penyaluran air Rp 1,7 juta.

“Namun pada waktu itu, masyarakat tidak ada yang mendaftar. Kemudian pihak Pemerintah Desa Hulaan dan rekanan PDAM Giri Tirta serta panitia mematok tarif 1 juta. Akhirnya, masyarakat berbondong-bondong mendaftar. Padahal itu, hanyalah akal-akalan pihak panitia bersama Pemerintah Desa Hulaan dan rekanan PDAM Giri Tirta,” katanya saat ditemui oleh wartawan di sekretariat MGS, Jl. Raya Menganti-Gresik. Jumat 11 Maret 2021 sore.

Anehnya lagi kata M Imron. Pada rapat 5 Maret 2021, panitia PDAM Mandiri Desa Hulaan, tiba-tiba membatalkan program promosi pemasangan PDAM. Namun anehnya, konsumen diminta untuk menambah biaya 1.750.000. Bahkan uang yang sudah masuk ke panitia, tidak boleh ditarik.

“Promo pemasangan PDAM 1 juta itu, dengan alibi dalam rangka ulang tahun PDAM Giri Tirta. Pemerintah Desa, panitia serta PDAM harus bertanggungjawab untuk meneruskan program tersebut,” jelasnya.

“Usut tuntas adanya program abal-abal yang dilakukan Pemerintah Desa Hulaan dan rekanan PDAM Giri Tirta serta panitia,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Hulaan, Kecamatan Menganti, mengatakan memang ada janji yang diucapkan oknum tersebut saat proyek penanaman pipa di wilayahnya. Namun pipa tersebut sudah terpasang. Dalam dekat ini sudah tersalur ke rumah warga. “Karena ini harus bertahap. Jadi saya berharap pada masyarakat harus sabar,” jelasnya.

Dirut PDAM Risa sapaan akrabnya ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler enggan menjawabnya. Kendati nada dering berdering.

Pewarta : Jamal
Publish : Red