oleh

Tak Sia-Sia Perjuangan Yayasan Pendidikan Islam Nasrul Umam

Keterangan foto: pihak pengadilan dan penggugat serta tergugat ketika pemeriksaan setempat. (foto Jamal).

GRESIK, Bratapos.com. Perjuangan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasrul Umam tak sia-sia. Bahkan, Pendidikan yang berlokasi di Desa Ambeng-Ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampean itu bisa bernafas lega. Sebab, majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Gresik memenangkan gugatannya terhadap ahli waris yang menyerobot tanah wakaf. Senin (1/3/2021).

Menurut majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut menilai, ahli waris merampas tanah wakaf yang diberikan oleh almarhum Nduk Arofah pada tahun 2017 silam. Perampasan tanah wakaf dilakukan dengan menguasai lahan dan sertifikat tanah.

“Mengadili, mengabulkan gugatan YPI Nasrul Umam terhadap tergugat Alfiyah (59), warga Desa Ambeng-Ambeng Watangrejo RT.08, RW.03, Kecamatan Duduksampean, Kabupaten Gresik”, tegasnya sesuai petikan putusan.

Sementara, Kuasa Hukum YPI Nasrul Umam, H. Wagiman Sumodinejo mengatakan, almarhum Nduk Arofah pada 21 September 2017 menyatakan wakaf tanah seluas 5,890 meter persegi atau setengah dari kepemilikan lahan seluas 11,780 meterpersegi diberikan terhadap YPI.

“Alhamdulillah, perjuangan gugatan tanah wakaf untuk Yayasan Pendidikan Islam, Nurul Umam dikabulkan oleh Hakim Pengadilan Agama, Kabupaten Gresik” kata Wagiman. Senin 1 Maret 2021 sore.

Lebih lanjut Wagiman mengatakan, pertimbangan hakim Pengadilan Negeri Agama Kabupaten Gresik, diantaranya, mengabulkan gugatan penggugat sesuai yang diberikan wakaf.

“Dan majelis hakim mengabulkan gugatan penggugat dan memberikan bagian paling depan dekat jalan raya. Karena sesuai pemanfaatan untuk lembaga pendidikan”, imbuhnya.

Menyikapi putusan majelis hakim tersebut, pihak penggugat mengajak semua pihak untuk legowo dan menghormati putusan hakim. “Apapun putusan hakim kita hormati. Kita saling berjabatan tangan”, katanya.

Lahan wakaf yang berupa tambak tersebut, rencananya akan digunakan untuk pengembangan lembaga pendidikan. Sebab, selama ini, banyak siswa tidak mampu belajar di YPI Nasrul Umam.

“Kami sangat berterima kasih atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Agama Kabupaten Gresik. Semoga wakaf ini bermanfaat bagi masyarakat”, imbuhnya Wagiman.

Sementara salah satu pihak tergugat H Abdul Majid, melalui kuasa hukum Taufan Rezza mengatakan, dari keluarga juga legowo. Sebab sesuai fakta klien saya betul mewakafkan pada tahun 2017. “Putusan itu sudah benar. Karena sudah sesuai dengan yang diberikan”, kata Taufan.

“Pada tahun 2017, sudah terjadi diwakafkan. Putusan hakim sudah benar kami akan terima dan legowo” pungkas Taufan.

Pewarta : Jamal
Publish : Red

REKOMENDASI UNTUK ANDA