oleh

Janda Warga Blitar Menjadi Korban Penipuan Modus Tranfer Uang Dari Bank

BLITAR,Bratapos.com.- Ada saja modus penipuan yang digunakan oleh pelaku untuk meraup rupiah tanpa belas kasihan memikirkan atas kerugian materi dari korban-korbannya. Berbagai cara yang digunakan oleh pelaku di zaman digital seperti saat ini dengan menggunakan sarana handphone android. Seperti halnya yang dialami Asih (37) warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

“Ia menceritakan atas nasib yang baru saja dialaminya. Wanita tersebut baru kemarin menjadi korban penipuan oleh pelaku yang tidak dikenal hanya melalui telfon selluler yang chat WhatsApp dengan bujuk rayu hingga korban transfer sejumlah uang ke pelaku.

Kepada Bratapos.com korban penipuan Asih (37) mengatakan, “awalnya ada chat WhatsApp masuk ke handphone saya mas, orang itu mengaku punya asset sejumlah uang ringgit di Bank Malaysia untuk titip akan di transfer ke rekening saya dikarenakan orang itu ada masalah keluarga yang berantakan,” ujarnya di rumahnya. Minggu (28/2/2021) sore.

“Setelah itu, besoknya tanggal 22 Februari 2021 siang, Saya disuruh transfer Rp.1.250.000 ke No. rekening : (0053974597) Bank SINARMAS A/N : J SULTAN TIMBUL MARISI S mengaku ini bendahara pelaku yang mengaku dari PPATK (Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan) Jakarta,” terangnya.

“Yang mengaku dari PPATK minta tambahan transfer lagi Rp.3.750.000. Akan tetapi tidak saya turuti malah mengancam saya akan diproses hukum jika tidak memenuhi permintaan nya,” jelasnya.

“Sebelum saya menjadi korban penipuan dengan modus tersebut, ada teman saya pak Lasio warga kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar malah menjadi korban transfer Rp.8.500.000 ke pelaku,” ungkapnya.

Akibat nya korban menderita kerugian materi jutaan rupiah yang ditransfer ke nomor rekening pelaku dan merasa ditipu oleh pelaku melalui pesan WhatsApp dengan modus bujuk rayu menjanjikan akan dititipi sejumlah aset pelaku yang ada di Bank Malaysia akan ditransfer ke rekening korban.

Informasi yang dihimpun Bratapos.com, modus penipuan yang dilakukan oleh pelaku dengan cara bujuk rayu menjanjikan akan dititipi aset pelaku yang ada di Bank Malaysia akan di alaihkan ke rekening korban, asalkan korban mau transfer biaya administrasi hingga jutaan rupiah ke rekening pelaku. Banyak yang menjadi korban atas ulah pelaku tersebut.

Saat dikonfirmasi Bratapos.com di kediamannya, korban Asih mengatakan, “Pelaku yang pertama chat WhatsApp bernama Ahmad Yusuf memblokir WA saya karena tidak saya turuti permintaan orang yang mengaku dari PPATK Jakarta. Saya coba chat WhatsApp sudah tidak online dan telfon tidak masuk dengan nada diteruskan,” ungkap korban. Minggu (28/2/2021) sore.

“Saya berharap tidak ada lagi korban di Blitar seperti yang saya alami. Pelaku dengan modus penipuan seperti ini semoga cepat di tangkap dan diproses hukum oleh Polisi biar tidak ada korban lagi,,khususnya warga Blitar,” harapnya.

Reporter : (Tim Biro Blitar)

Editor : Zen

Publizer : Adi S

REKOMENDASI UNTUK ANDA