oleh

Diduga Tanpa Izin Resmi Pemotongan Pohon Pinggir Jalan Desa Purwosekar

MALANG, Bratapos.com. -Hasil temuan awak media dan LSM MPPK2N adanya beberapa pohon di pinggir jalan yang sudah tumbang dan beberapa potongan kayu yang berserakan diduga pohon tersebut masih ikut kawasan jalan PU Bina Marga Kabupaten Malang. Pemotongan kayu tersebut diduga belum ada izin yang lengkap. Tepatnya di Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Senin (22/2/2021) kemarin.

Pemotongan kayu yang diduga tanpa izin dari dinas terkait tersebut menjadi polemik oleh masyarakat sekitar. Saat dikonfirmasi awak media Jono selaku warga mengatakan, “kalau terkait surat izin resmi pemotongan saya tidak tau mas,terkait kayu ini rawan tumbang atau tidak, yang saya tau pohonya masih sehat-sehat saja tidak rawan tumbang,” kata Jono.

“Menurut pendapat saya, pohon ini seharusnya yang di potong kan ranting – ranting nya saja. Karena apa, biar tidak menimbulkan panas biasanya udaranya kan sejuk mas,” jelasnya. Senin (22/2/2021)

Ditempat yang sama, Adi selaku warga menyampaikan, kalau saya setuju tidak setuju mas terkait pemotongan kayu ini. Tidak setujunya menimbulkan panas. Kalau terkait ada izin tidaknya saya kurang paham. “Pemotongan kayu ini sebagian ada yang di potong kurang lebih 2 mingguan, sebagian ada yang di potong hari sabtu tanggal 20 Februari 2021,” ungkapnya.

Kepala Desa Inisal (LE) saat dikonfirmasi mengatakan, “saya sudah ada pemberitauan kepada Dinas PU Bina Marga terkait pemotongan ini, kalau terkait surat Ijin penebangan memang tidak ada mas,” ujarnya di ruangan kerjanya. Senin (22/2/2021)

“Saya juga pernah menelpon pihak Dinas PU kalau memang pohon ini milik Dinas PU Bina Marga ya harus di rawat. Jangan di biarkan begitu saja, selama ini pohon yang merawat dari pihak Desa mas,bahkan yang menanamnya pula,pemotongan ini juga kehendak warga yang punya ladang di sekitar jalan,” ungkapnya.

Saat di singgung awak media terkait apakah ada dokumentasi ataupun berita acara terkait proses penanaman pohon? Kepala Desa tidak bisa menunjukan dokumen-dokumenya di karenakan tidak ada. “Yang menanam pohon Kepala Desa periode yang dulu. Terkait pemotongan kayu ini, Camat tahu mas,” terang Kades.

Sementara, Camat Tajinan Sri Pawening saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, Saya di hubungi, diberitahu oleh Kepala Desa sesudah pohon kayu tersebut sudah di potong dan tumbang.

“Ibu Kepala Desa sendiri tidak tahu kalau pohon tersebut milik dinas PU Bina Marga,karena dulunya yang menanam adalah warga,” kata Bu Camat di ruangan kerjanya. Senin (22/2/2021) kemarin.

“Tapi Saya sudah menyarankan, agar melapor ke Bina Marga karena kayunya juga masih utuh agar di amankan di taruh di sekitar pemotongan yang nanti untuk di serahkan ke Bina Marga,” terangnya.

“Saat pemotongan kayu juga disusulkan surat pengajuan pemotongan ke Bina Marga, berhubung hari minggu kantor tutup jadi gak bisa bisa dikasihkan,” imbuhnya.

Selanjutnya, para awak Media dan LSM mencoba menggali informasi dan mendatangi rumah dan gudang blandong kayu inisial (SFL). Saat dikonfirmasi terkait kayu yang sudah dipotong apakah ditaruh di gudangnya sempat mengelak. “Memang saya yang motong mas, tapi tidak saya bawa ke gudang potongan kayu, melainkan masih tetap di lokasi,” kata Blandong kayu.
Senin (22/2/2021)

“Saya berani memotong, karena yang menyuruh Ibu Kepala Desa mas, Saya kan cuma warga jadi ya manut saja. Memang Saya tau kalau pohon tersebut masih ikut kawasan Pu Bina Marga, saat pemotongan kayu memang tidak ada surat izin – izinya,” ungkapnya.

Akan tetapi, saat awak Media menanyakan kepada karyawannya mengakui serta menunjukan sebagian tumpukan potongan kayu yang berasal dari pohon pinggir Jalan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Reporter : (Biro Kab.Malang)

Publizer : Adi S

REKOMENDASI UNTUK ANDA