oleh

Ustad Tri: Sisi Lain Listyo Sigit, Sosok Yang Tidak Mau Mengumbar Jiwa Sosialnya

YOGYAKARTA, Bratapos.com – Ustad Muhammad Tri Handono adalah pengasuh Pondok Tetirah Dzikir di Kalitirto Berbah, Sleman. Saat ini sudah 20 tahun mengasuh Pondok Tetirah Dzikir di Berbah, Sleman. Pondok ini mengkhususkan merawat orang-orang yang bermasalah secara kejiwaan ODGJ (orang dengan gangguan kejiwaan), korban narkotika, maupun mereka-mereka yang bermasalah dalam relasi sosial dengan masyarakat.

“Saat ini kami mengasuh sekitar 130 orang,” terangnya.

Menurut Ustad Tri, pondok yang diasuhnya ini menginduk ke Pondok Suryalaya di Tasikmalaya. Hal ini yang membuat Pondok Tetirah Dzikir ini punya misi dan niatan yang sama kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk membantu mereka-mereka yang mungkin sudah ditolak oleh lingkungannya, tidak diinginkan oleh sekitarnya, orang yang frustasi dalam hidupnya, bermasalah secara sosial maupun ekonomi,” tuturnya.

“Mereka di sini untuk menenangkan diri,” lanjutnya.

Ustad Tri ini adalah teman seangkatan Jenderal Listyo Sigit saat sekolah di SMA 8 Yogyakarta. Ustad Tri mengkisahkan bagaimana dia mengenal Listyo Sigit muda saat itu.

“Mas Sigit ini orangnya pendiam, sama sekali tidak banyak bicara,” bukanya saat dihubungi melalui telepon oleh awak media.

Menurutnya, tidak ada yang membuat sosok Listyo Sigit muda ini mudah terlihat.

“Ya karena pendiam itu tadi,” sambungnya.

Namun demikian, justru setelah karir Kepolisian nya melejit Listyo Sigit terlihat sebagai pribadi yang rendah hati dan hampir pasti selalu menunjukkan sikap solidaritas yang tinggi terhadap teman seangkatan, bahkan menyempatkan datang pada acara ada buka puasa bersama dalam rangka reuni.

“Hal lain yang membuat saya ikut respect, beliau ini orangnya tidak membeda-bedakan latar belakang dari teman-temannya,” kisahnya.

Menurutnya, Jenderal Listyo sigit ini pernah mengirimkan donasi finansial kepada Pondok yang diasuhnya.

“Saat itu beliau masih menjabat Kadiv Propam,” terangnya.

Saat disinggung jumlah yang didonasikan oleh Jenderal Listyo Sigit, Ustad Tri menyebutkan jumlahnya tidak kecil. Yang menurutnya lebih berharga, adalah perhatian dan kepedulian sosial Listyo Sigit kepada aktifitas sosial keagamaan yang kebetulan dia asuh.

Kemudian media meminta tanggapan dari Ustad Tri terkait pelantikan teman SMA-nya ini menjadi Kapolri.

“Saya sebagai teman SMAnya bersyukur dan merasa berbesar hati dan selalu mendoakan semoga Mas Sigit dapat perlindungan dan bimbingan Tuhan yang maha esa sehingga berhasil dalam mengemban amanah jabatan dengan sebaik-baiknya, tutupnya di akhir perbincangan melalui telepon tersebut.

Reporter: Arief
Editor: Arta

REKOMENDASI UNTUK ANDA