oleh

Pupuk Langka Dan Mahal Petani Audensi ke DPRD Kendal

KENDAL, Bratapos.com – Kelangkaan dan mahalnya harga pupuk membuat petani dari Kecamatan Kangkung mengeluhkan hal ini kepada anggota DPRD Kendal Senin (18/01/2021). Dan diterima Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun serta Ketua Komisi B DPRD Kendal Dian Alfat, petani menanyakan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi di Kendal.

Mushlisin petani Desa Sendang Kulon Kecamatan Kangkung mengatakan, keluhan petani terkait kelangkaan pupuk sudah berulang kali disampaikan. Menurut para petani, kelangkaan pupuk kerap terjadi saat memasuki masa tanam, jika pun ada harganya melambung tinggi hampir dua kali lipat

“Kita hanya ingin menanyakan distribusi pupuk bersubsidi yang sulit didapatkan, kalau ada malah tidak bersubsidi dan harganya sangat tinggi,” katanya.

Selain menanyakan kelangkaan pupuk bersubsidi petani juga menanyakan mekanisme penjualan, pasalnya memasuki masa tanam kali ini petani wajib menggunakan kartu tani untuk membeli pupuk.

“Sekarang harus pakai kartu tani, walaupun ada uang banyak tetapi kalau tidak ada kartu tani tidak akan dilayani. Padahal daftar sudah masuk dalam kebutuhan pupuk, tetapi terkendala karena tidak punya kartu tani,” imbuhnya.

Dalam audiensi tersebut DPRD kendal memanggil Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Perdagangan untuk menjelaskan data dan distribusi pupuk bersubsidi. Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun mengatakan, perwakilan petani ini menanyakan kelangkaan pupuk dan harga eceran tertingi di tingkat pengecer.

“Kita akan melakukan pengecekan dan turun ke lapangan untuk mengetahui stok dan pasokan pupuk di beberapa wilayah. Kita juga akan meminta dinas terkait untuk memberikan data berapa kebutuhan petani dan pasokan yang ada,” jelas Makmun.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Kendal Dian Alfat pihaknya akan meminta keterangan terkait kuota pupuk subsidi di Kendal yang dikurangi dari pusat, sehingga bisa mengedukasi kepada petani agar menggunakan pupuk sesuai dengan kebutuhan.

“Yang jelas memang ada pengurangan dari pusat untuk itulah kita akan mengupayakan edukasi kepada petani agar menggunakan pupuk subsidi dengan sewajarnya dan sesuai dengan kebutuhan yang sudah ada,” katanya

Selain itu ia mengatakan, ada permasalahan saat pendistribusian karena ada petani yang tidak bisa membeli pupuk bersubsidi sebab tidak memiliki kartu tani.

“Untuk petani yang belum memiliki kartu tani bisa meminta form PPL ditempat lokasi untuk meminta keterangan agar bisa membeli pupuk di pengecer resmi,” pungkasnya.

Reporter : Cakwer

Publisher : Ariefin

REKOMENDASI UNTUK ANDA