oleh

Kades Balesari, Diduga Gunakan Sertifikat Pondok Mengikuti Pemilihan Kades

MALANG, Bratapos.com – Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya terjatuh juga. Artinya, seseorang yang hebat menyimpan rahasia akhirnya terbongkar juga. Pribahasa itulah yang menjadi momok Kades Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebab ia diduga menggunakan sertifikat pondok yang belum terdaftar oleh Departemen Agama Nganjuk saat mengikuti pemilihan kepala desa pada tahun 2019.

AM inisial waktu itu selaku ketua panitia pemilihan kepala desa Balesari menilai sediikit ada kejanggalan lolosnya kades terpilih Nanik Rahayu Ningtiyas. Sebab waktu penyerahan data pemberkasan bakal calon, Ijasah Bu Nanik tidak seperti ijasah pada umumnya. Sebab dari lembaga pondokan.

“Kemudian saya konsultasi ke kecamatan Ngajum dan kantor KUA Ngajum. Waktu itu kepala KUA Ngajum Nur Kholis juga menyampaikan kalau seperti ini tidak bisa. Sebab ia menilai pendidikan kesetaraannya tidak ada. Namun oleh pak camat Tito dan Sekcam diloloskan,” ujarnya. Jumat 15 Januari 2021.

Menurut ketua panitia itu, ijasah Bu Nanik murni pendidikan agama. Mantan perangkat desa itu menyampaikan, mata pelajarannya dibelakang ijasah, Saraf, Fiqih, Tauhid, Akidah dan Ahlaq. “Lalu setaranya dimana,” jelasnya.

Informasi yang terhimpun Bratapos.com ijazah yang digunakan untuk seleksi administrasi pencalonan Kepala Desa Balesari pada tahun 2019 oleh Nanik Kades Balesari, Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang diduga setara dengan tingkat SD/MI yang dikeluarkan oleh yayasan AL – Uliyah di Nganjuk.

Pasalnya, ijazah yang di keluarkan oleh yayasan tersebut pada tahun 2002 yang pada saat itu hanya tingkatan setara SD/MI. Sedangkan yayasan itu setelah di cros cek ke Departemen Agama oleh calon kades yang kalah diakui terdaftar pada tahun 2017 untuk tingkatan yang setara dengan SMP (sekolah menengah pertama).

Ditempat terpisah, kepada Bratapos.com A inisial (52) warga Balesari mengatakan, kalau sertifikat pondok itu kan tidak bisa untuk persyaratan pengajuan pencalonan kepala desa. “Kemungkinan itu diduga tidak mondok disitu hanya minta sertifikat pondok di situ,” terangnya Jumat (15/1/2021) sore di rumahnya.

Saat dikonfirmasi Bratapos.com terkait ijazah yang digunakan untuk pencalonan kades tahun 2019 melalui pesan whats app Nanik Rahayu Ning Tyas Kades Balesari enggan berkomentar kendati pesan chat masuk sudah terbaca. Ironisnya, malah memblokir WA wartawan Bratapos.com. Jumat (15/1/2021) malam.

Pewarta : Biro.Kab.Malang
Editor/Publish : Jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA