oleh

Kades Plaosan Arogan Ketika Dimintai Konfirmasi Tentang Jalan Rusak

MALANG, Bratapos.com – Keluhan masyarakat Dusun Sumberkerto, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur tentang jalan rusak mendapat tanggapan yang tidak enak didengar. Sebab Sri Wahyuni Kades Plaosan ketika dikonfirmasi oleh Bratapos.com di kantor Balai Desa pada hari Jumat tanggal 15 Januari 2021 berbagai macam alasan untuk menyangkal.

Sebab terkesan Arogan Sri Wahyuni Kades Plaosan langsung meminta id card wartawan Bratapos.com untuk di tunjukan dan langsung di foto begitu saja dengan hand phone miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu.

Entah untuk tujuan dan kepentingan apa Kades Plaosan melakukan perbuatan tersebut. Kendati dari Bratapos.com sudah ijin dan permisi serta mengenalkan diri saat hendak konfirmasi. “Mana id card wartawan kalian,” ujar Sri Wahyuni dengan nada ketus langsung foto dari HP miliknya begitu saja tanpa izin. Jumat (15/1/2021) siang di kantor Desa Plaosan.

Saat disinggung wartawan Bratapos.com. Apakah bu kades sudah izin? Sehingga tiba-tiba foto id card kita? Tujuannya untuk apa?. Dengan arogan Kades Plaosan mengatakan, “Mana id card kalian, saya butuh kartu saja. Loh, kalau tidak diperbolehkan langsung tak hapus saja foto itu. Oke saya tahu kalian wartawan, keperluannya apa,” cetusnya sambil menunjukan hp miliknya bahwa sudah dihapus dan mengembalikan id card wartawan Bratapos.com.

Menurut kades, ia menyampaikan wilayah desa Plaosan sangat luas, ada 5 dusun. “Jadi mengupayakan pembangunan yang padat penduduk, atau jalan perkampungan,” katanya.

Keterangan foto: kondisi jalan yang rusak

Kades yang dua periode menjabat orang nomor satu di pemerintahan desa itu menilai awal menjabat, jalan semua ajur. Namun setelah saya menjabat baru sedikit demi sedikit mulai ada pembangunan. “Belum tentu mas kami menjabat 6 tahun belum tentu semuanya jalan terealisasi,” dalihnya.

Kades yang sedikit arogan itu menyampaikan, membangun jalan itu tidak se-enaknya sendiri. Perlu dimusyawarah. Pada intinya yang didahulukan jalan perkampungan. Tapi jalan tersebut sudah masuk ke musrenbangdes.

“Mana yang diharapkan warga itu yang didahulukan. Secepatnya akan segera dibangun. Bahkan jalan tersebut sudah dilewati Bupati terpilih yakni Sanusi,” ujarnya yang didampingi Sekdes Sigit.

Dia beralasan jalan kampung didahulukan untuk pembangunan. Akan tetapi faktanya di lapangan menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya banyak jalan perkampungan yang belum dibangun. “Hanya saja separuh-separuh. Bahkan banyak yang rusak,” jelasnya.

Pewarta : Biro Kab Malang
Editor/Publish : Jml

REKOMENDASI UNTUK ANDA