oleh

Wartawan Intelektual Budi Delisa, Siap Masuk Bursa Calon Ketua PWI Binjai

foto : arma budi delisa

Bratapos, Binjai – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Binjai beberapa pekan mendatang akan melakukan pemilihan Ketua. Persiapan jelang Konferensi tersebut telah dibahas saat rapat kerja yang dihadiri para pengurus dan anggota. Jum’at (8/1) di Kantor PWI, Jalan Veteran.

Sejumlah nama yang akan melenggang menggantikan posisi Nazelian Tanjung pun mulai bermunculan. Mereka diketahui saling mempunyai integritas dan kelebihan masing-masing.

Nazelian Tanjung mengatakan, untuk pemilihan atau syarat menjadi ketua, PWI mempunyai AD ART serta syarat lain yang diatur dalam Tata Tertib Konfrensi oleh Steering Comitte dan disetuji oleh peserta konferensi.

“Ya semuanya diatur dalam AD ART PWI, dan syarat lainnya juga diatur dalam Tata Tertib Konfrensi oleh Steering Comitte dan disetuji oleh peserta konfrensi,” jelas Nazelian.

Proses pemilihan orang nomor satu PWI di Kota Binjai untuk periode 2021-2023 ini diprediksi akan berlangsung alot dan panas. Hal ini diperkuat atas hadirnya nama Arma Budi Delisa, Sekretaris PWI saat ini.

Salah satu wartawan senior yang terbukti memiliki intelektual dalam mengungkap suatu skandal melalui karya tulisnya itu, digadang-gadang maju kedalam bursa pencalonan Ketua.

Dikonfirmasi lebih lanjut, Minggu (10/1), Budi mengatakan, jika di ijinkan dan didukung oleh seluruh anggota PWI Kota Binjai, dirinya siap maju.

“Insya Allah jika memang semuanya mendukung, saya siap maju,” ucapnya singkat.

Dia menambahkan sejumlah regulasi harus terpenuhi terlebih dahulu, dan masih banyak tahapan yang harus dilalui.

“Untuk kepastiannya nanti setelah dibentuk panitia dan diadakan seleksi,” terang pria berperawakan persis Guru Bangsa Ir. Habibie.

SIAP MENANG SIAP KALAH

Dalam pertarungan nantinya, pria yang aktif di organisasi PWI sejak 2006 silam ini pun berpesan agar prosesi nanti dapat berlangsung dengan sehat. Para calon Ketua dan anggota hendaklah menyamakan persepsi Siap untuk menang dan siap juga untuk kalah, mengedepankan asas persaudaraan dan keprofesionalan dan menghindari perselisihan.

“Untuk menjaga persaudaraan dan menghindari perselisihan, maka bagi pemenang nantinya tidak perlu meremehkan yang kalah. Sebaliknya, jika kalah harus menerima sebagaimana mestinya tanpa harus melakukan provokasi maupun sengketa lainnya. (dyk.p)

REKOMENDASI UNTUK ANDA