oleh

Begini Kisah Semburan Lava Gunung Semeru..!!

Last updated: Jumat, 4 Desember 2020, 17:03 WIB

LUMAJANG, Bratapos.com- Terjadinya erupsi gunung semeru beberapa hari lalu, dimana muntahan material berupa pasir panas saat itu menewaskan puluhan hewan ternak seperti hewan sapi, kambing dan puluhan hektar lahan sawah terendam tepatnya di wilayah terdampak, terutama di Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa timur.

Selain hewan ternak dan lahan sawah juga terendam abu vulkanik dampak semburan lava gunung semeru diantaranya alat berat Excavator (Beck hoe) penambang dan juga beberapa unit mobil dum truck, tepatnya di wilayah aliran sungai curah Kobo’an Dusun Gumukmas, Pronojiwo.

Seperti yang di jelaskan oleh Muhammad, salah satu warga Dusun Gumukmas Desa Supiturang, bahwa saat terjadinya gunung semeru memuntahkan lahar panas banyak kerugian dialami oleh warga.

“Banyak mas, sapi, kambing yang mati, sawah puluhan hektar, mobil truck, pickup, Bus pariwisata, dan Beck hoe sekitar 12 yang tertimbun,”Jelas kaconk Muhammad, yang hoby merakit elektronik saat dikonfirmasi Bratapos.com.

Atas kejadian tersebut, warga Kecamatan Pronojiwo, terutama yang berada di areal terdampak bencana erupsi gunung semeru masih terhantui dengan perasaan kawatir akan adanya bencana susulan.

Muhammad juga menjelaskan, semenjak kejadian tersebut cuaca juga tak menentu, sering hujan deras dan banjir, seperti yang terjadi Kamis, 03 Desember 2020 derasnya hujan berkabut tebal dan banjir dan hampir semua warga mengungsi, terutama kaum perempuan dan anak kecil.

“Yang menakutkan pas hujan deras tadi, mendung gelap juga banjir besar, saat itu banyak yang mengungsi,”Tambah Conk Muhammad.

Kapolsek Pronojiwo, Iptu. Basuki Rachmat, S.H., ketika dikonfirmasi media Bratapos mengatakan, bahwa pihaknya bersama anggota jajarannya selalu siaga di wilayah terdampak guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Kami dan anggota terus di lokasi, ya keliling sambil memberikan himbauan pada warga agar saling menginformasikan jika sekiranya ada yang berbahaya”Ujar Kapolsek.

Mengingat Kabupaten Lumajang saat ini sedang berada di Zona merah terkait virus covid -19, Iptu. Basuki Rachmat, juga tidak henti-hentinya memberikan himbauan atas peraturan protokol kesehatan, terlebihnya saat berada di tempat pengungsian.

“Saat seperti ini, kami dan anggota juga harus fokus dan antisipasi akan penularan covid-19,jadi saya tegaskan kepada semua anggota jangan pernah bosan memberi himbauan kepada Masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, supaya apa, warga saya disini jangan sampai jadi korban terdampak bencana yang kedua kalinya, yaitu terpapar covid-19,”Imbuhnya.

Sedangkan menurut para sesepuh yang ada di wilayah sekitar lereng Semeru juga menceritakan, bahwa dulu-dulunya saat terjadi lahar seperti yang terjadi pada saat ini, sisa material dari muntahan gunung semeru disepanjang aliran sungai curah kobo’an, hingga selama 7 bulan pasca dari kejadian masih belum bisa di injaknya, karena masih panas dan mengeluarkan asap,”Pungkasnya.

Reporter: Bratapos (Tim)

Editor/Publisher: Shelor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA