oleh

Ditresnarkoba Polda Jateng Memusnahkan 23 ribu Jamu Palsu

Last updated: Selasa, 1 Desember 2020, 23:22 WIB

SEMARANG, Bratapos.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah musnahkan 23 ribu jamu tradisional palsu dengan cara dibakar di? Krematorium Kedungmundu, Semarang, Pada hari Senin tanggal (30/ 11/2020).

Dari jumlah 23 ribu jamu tradisional tersebut merupakan perkara kasus Pabrik pembuatan obat dan jamu ilegal yang berada di Dusun Karang Rt/Rw: 008/006, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap yang menyeret 2 tersangka berinisial AR (55) dan EH (27).

Dipimpin oleh Direktur Diresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Ig Agung Prasetyoko, dan dihadiri oleh Kabid Humas Polda Jateng Kombes Polisi Iskandar Fitriana Sutrina, Jaksa Fungsional kejati Novi Amelia, serta  disaksikan Pengawas Farmasi Makanan BPOM Jateng Mustofa, Kasubid Kimbiofor Jateng AKBP Arif Budiarto, Kasiwas Tahti BNNP Jateng Suryanto.

Dalam keterangannya kepada Tim Media dan awak media lainnya Kabid Humas Polda Jateng Kombes pol Iskandar Diterima Sutrisna menyebutkan bahwa, “Ini pelakunya sudah tertangkap dan perkaranya sudah P21 pada 24 November 2020 kemarin, dan besok mungkin sudah tahap yang kedua,” ungkap kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna di sela-sela pemusnahan.

Kombes pol Iskandar Fitriana Sutrisna menyebut bahwa,” dari jumlah total sebanyak 23.068 kapsul yang terdiri dari berbagai jenis mulai dari madu, bubuk, kopi hingga obat kuat yang dilekati izin edar palsu dan ada 900 saset jamu merk gatotkaca, ada juga dalam bentuk kopi 60 saset, “Ujarnya.

Menurut Kombes Iskandar Fitriana Sutrisna, dijelaskan bahwa,” Mereka para pelaku dijerat Pasal 197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan subsider pasal 196 UU RI 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, ”Jelas Kombes pol Iskandar Fitriana Sutrisna Kabid humas polda Jateng.

Direktur Diresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Ig Agung Prasetyoko menambahkan dengan memusnahkan barang bukti tersebut mampu menyelamatkan 40 juta jiwa warga, dan Ini adalah barang bukti yang berbahayakan manalaka dikonsumsi masyarakat kita, semua ini hanya daya tarik saja, ini semua fiktif semua palsu semua. Ini tidak sesuai dengan standart farmasi kesehatan dan tidak memiliki izin peredaran” terangnya.

Kasubid Kimbiofor Jateng AKBP Arif Budiarto dalam penjelasannya,” mengkonsumsi jamu tradisional palsu sangat berbahaya. Dengan dosis yang tidak terukur dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal hingga berujung sakit dan kematian, Karena dosisnya ga terukur diminum terus menurus dapat menyebabkan kematian,” Pungkasnya.

Reporter: Banu
Editor: Arta
Publisher: Ka. Jateng

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA