oleh

Mengulas “Saham Golden Share Tumpang Pitu” Begini Kata Aktivis Muda Banyuwangi

Last updated: Rabu, 25 November 2020, 23:37 WIB

BANYUWANGI, Bratapos.com- Ramainya bahan perbincangan terkait pengelolaan tambang emas di Gunung Tumpang Pitu di wilayah Kabupaten Banyuwangi, sangatlah menjadi perhatian publik, dan juga menarik untuk di ulas dan dibedah lebih dalam lagi.

Menurut Choirul hidayanto, Aktivis muda Kabupaten Banyuwangi menjelaskan, Jika ditelusuri dari sejarah, PT. Merdeka Copper Gold.Tbk itu, di dirikan Tahun 2012 dengan nama PT.Merdeka Serasi jaya berdasarkan Akta Notaris Ivan Gelium Lantu, S.H.,M., Kn. No.02 Tanggal 05 September 2012.

PT. Merdeka Serasi Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis pertambangan, dengan meliputi kegiatan eksplorasi dan produksi emas, perak, dan tembaga, juga mineral ikutan lainnya.

“Sedangkan PT.Merdeka Serasi Jaya memiliki lima anak cabang perusahaan, salah satunya PT. Bumi Suksesindo (PT BSI) yang beroperasi di Bukit Tumpang Pitu, kecamatan Pesanggaran,”Ujarnya. Selasa, (24/11/20).

Choirul juga menjelaskan, sebagai perusahaan yang menanamkan investasinya di Kabupaten Banyuwangi, pemegang saham PT. Merdeka Serasi Jaya, berkomitmen memberikan sebagian kepemilikannya dalam bentuk hibah saham (golden share), diberikan secara free carry kepada Pemkab Banyuwangi.

Bahkan atas dasar keputusan sirkuler para pemegang saham, tepatnya 11 September 2013,Pemkab Banyuwangi dapatkan hibah saham sebesar Rp.10 milyar, yang terdiri dari 10 ribu lembar saham dengan nilai nominal Rp.1 juta perlembar saham,/Rp.10 % dari modal perusahaan.

“Berdasarkan Laporan keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Banyuwangi, di tahun 2019, hibah saham (golden share), telah dituangkan dalam surat perjanjian hibah No. 188/1849/Perj/429.021/2013. pada tanggal 12 September 2013 antara Pemkab Banyuwangi dengan tujuh pemegang saham PT.Merdeka Serasi Jaya,”Jelas Choirul lagi.

Bahkan menurutnya pada Tahun 2014, PT. Merdeka Serasi Jaya, meningkatkan modal perusahaannya menjadi 229 milyar.

Sesuai dengan surat perjanjian hibah, persentase kepemilikan saham Pemkab Banyuwangi, sebesar 10 % non delusi sebelum perusahaan Go public, sehingga Pemkab Banyuwangi kembali mendapat tambahan hibah saham sebesar .12.900 juta.

“Atas Surat perjanjian hibah, jadi total saham milik Pemkab Banyuwangi menjadi sebesar Rp. 22.900 juta,”Kata Choirul, Pada Wartawan Bratapos.com.

Masih menurutnya, PT. Merdeka Serasi Jaya memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat No. S-237/D.04/2015, tepatnya 09 Juni 2015, untuk melakukan penawaran umum saham perdana/Initial Public Offering (IPO) sebesar 419.650.000 saham biasa atas nama (saham yang ditawarkan) dengan nilai nominal Rp.100 rupiah perlembar saham.

“Bersamaan dengan IPO, perusahaan juga menerbitkan saham baru melalui konversi Mandatory Convertible Bond (MCB), yaitu sebesar 461.848.739 lembar saham. Dan berdasarkan Master Settlement Deed, 17 Februari 2014, dan 327.142.857 lembar saham berdasarkan Tujuh Bukit Wilis Settlement Deed pada,10 April 2014,”Imbuh Choirul.

Choirul juga menjelaskan jika seluruh saham tersebut, dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal: 19 Juni 2015.

PT. Merdeka Serasi Jaya, juga melakukan penggantian nama perusahaan menjadi PT. Merdeka Copper Gold Tbk. dengan kode listing MDKA.

“Perubahan struktur modal perusahaan atas pelaksanaan konversi MCB dan juga terjualnya seluruh saham yang ditawarkan IPO, membuat persentase saham yang dimiliki Pemkab Banyuwangi mengalami penurunan, dari 10% jadi 6,42 %,jadi jumlah saham yang dimiliki Pemkab Banyuwangi Rp.229 milyar dengan nilai nominal Rp 100 rupiah perlembar saham,”Jlentrehnya.

Sementara itu Choirul menambahkan, atas dasar laporan kinerja keuangan PT. Merdeka Copper Gold.Tbk, dari tahun 2014 – 2016, PT. Merdeka Copper, mengalami kerugian dan baru memperoleh laba tahun 2017 sebesar US$ 43,1 Juta.

Dalam RUPST dan RUPSLB yang di laksanakan pada 21 Mei 2018, diputuskan bahwa laba perusahaan tersebut di pakai menambah modal kerja perusahaan.

“Para Pemegang saham perseroan dalam RUPS, pada 21 Mei 2018 itu, menyetujui rencana penambahan modal dengan cara menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD),”Tambahnya.

Sedangkan HMETD merupakan hak bagi pemegang saham bagi membeli saham baru dan ditawarkan dibawah harga pasar. Dan Tahapan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I), dilaksanakan bulan Juli – Agustus 2018.

“Perseroan menerbitkan saham baru sebanyak 594.931.190 lembar seharga 2.250 rupiah per lembar saham, dimana
harga pasar saham dibulan Juli – Agustus 2018, saat itu berkisar harga 2.600 rupiah sampai dengan 3 ribu,”Kata Choirul lagi.

Sebagai pemegang saham, Pemkab Banyuwangi punya hak untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT I.

Jika Pemkab Banyuwangi melakukan haknya, maka Pemkab Banyuwangi dapat membeli saham baru sebesar 38.166.667 lembar saham atau sebesar, 85.875. 000. 750, sehingga Pemkab Banyuwangi dapat mempertahankan jumlah kepemilikan saham pada PT Merdeka Copper Gold Tbk, yaitu sebesar 6,42 persen.

“Jika Pemkab Banyuwangi tidak dapat melaksanakan haknya, maka akan terjadi penurunan pada persentase kepemilikan sahamnya pada PT. Merdeka Copper Gold, yang semula sebesar 6,42 % jadi 5,50 %”terangnya.

Sesuai hasil konsultasi ke kementerian terkait, Pemkab Banyuwangi disarankan untuk tidak berinvestasi pada saham yang sudah diperdagangkan karena memiliki risiko tinggi.

Dari sisi mekanisme anggaran, batasan waktu pemanfaatan hak tidak memungkinkan Pemkab Banyuwangi untuk menyiapkan dana pembelian sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

“Melihat kondisi yang tidak memungkinkan untuk memanfaatkan haknya, maka HMETD milik Pemkab Banyuwangi ditawarkan kepemegang saham lainnya/ pembeli siaga dan terjual pada 23 Agustus 2018, senilai Rp. 90 rupiah per lembar hak yang memiliki nilai teoritis per tanggal transaksi sebesar Rp.78 rupiah,”Jelasnya.

Sedangkan Hasil bersih penjualan hak tersebut disetorkan ke rekening kas umum daerah senilai 3.426.406.515 sebagai pendapatan asli daerah pos PAD lainnya.

Akibat tidak dimanfaatkannya Hak efek menjual terlebih dahulu (HMETD) oleh Pemkab Banyuwangi, maka persentase kepemilikan saham Pemkab Banyuwangi pada PT. Merdeka Copper Gold.Tbk, tahun 2018 mengalami penurunan, dari 6,42 persen menjadi 5,50 persen.

“Darisitulah Choirul Menjelaskan, jika intinya kepemilikan saham Golden share yang dimiliki oleh Pemkab Banyuwangi sebesar 10%, sekarang sudah menurun menjadi 5,50 %, artinya tiada hasil yang bisa dinikmati oleh warga Masyarakat Banyuwangi,”Pungkasnya.

Reporter: Waluyo (Tim)

Editor: Shelor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA