oleh

Kisah Pilu Honorer Damkar Bungo Dipecat Sepihak

Last updated: Rabu, 25 November 2020, 19:56 WIB

Bungo, Bratapos.com- Kisah pilu mendera Alfan, tenaga Honorer Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bungo yang ditugaskan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Tanah Tumbuh.

Alfan bekerja sehari-hari sebagai pegawai non PNS untuk membantu kebutuhan keluarga dan menghidupi ibunya yang menyandang status janda, terpaksa harus kehilangan pekerjaan. Alfan dituding ikut dalam barisan warga yang melarang H. Mashuri (Hamas), Cabup nomor urut 02 agar tidak masuk ke wilayah Tanah Tumbuh, pada Sabtu (21/11/2020), sekitar pukul 15.00 Wib.

Alfan diberhentikan secara sepihak oleh Plt. Kepala Dinas Sat Pol PP dan Damkar, Indones. Seyogyanya, sebelum dilakukan pemutusan hubungan kerja terlebih dahulu melayangkan surat peringatan dari Bidang Penilaian Kinerja (BKPSDM).

Saat ditemui dirumahnya, Selasa (24/11/2020), Alfan menceritakan kejadian sebenarnya, dia membantah keras tudingan terhadap dirinya. “Sayo bukan bagian dari rombongan masa yang sedang berkumpul, saya kebetulan lewat mau ketempat pesta, ditengah jalan saya lihat ada kumpulan orang, rasa penasaran saya berhenti dan melihat. Itupun dari jauh sekitar 50-100 meter,” terangnya.

Namun nasib berkata lain, sekira pukul 22.00 Wib, Alfan mendapat telepon dari Kabid Damkar Harpendi, dia neminta Alfan datang menghadap, namun bantahan terkait tudingan terhadapnya langsung dilakukan lewat telepon.

“Iyo sudah sayo ceritakan semuanya, namun tidak digubris, saya di suruh ke Bungo, namun tidak saya penuhi, selain hari sudah malam, jauh, kondisi juga lagi hujan,” ucapnya penuh kekecewaan.

Alfan mengaku surat pemecatan terhadap dirinya dititipkan kepada Komandan Pos (Danpos) UPT Tanah Tumbuh yang keesokan harinya diminta menghadap Kabid.

“Surat itu langsung di titipkan ke Danpos sayo pak, yang isinya memutuskan hubungan kontrak kerja, pertama saya kaget, namun nasi sudah jadi bubur, saya terpaksa menerima keputusan tersebut,” ucapnya lirih.

Alpan berharap, kejadian yang sama tidak terulang lagi dikemudian hari. “Dan jangan kami para tenaga Honorer menjadi korban politik yang tempramental, sekali lagi saya tegaskan kami hanya inginkan keadilan,” tuturnya.

Diketahui, penghadangan terhadap Hamas oleh puluhan warga Tanah Tumbuh lantaran meragukan kesehatan Hamas, pasca istri Bupati cuti tersebut dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) dan tengah menjalani perawatan. Meski hasil Swab Test negatif, warga meminta agar Hamas memberikan contoh yang baik kepada masyarakat agar mematuhi aturan protokol kesehatan. Dimana orang yang sudah kontak fisik dengan pasien wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, merujuk kepada masa inkubasi penularan Covid-19.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA