oleh

“Abaikan Petugas” Penambang Ilegal Banyuwangi Terkesan Kebal Hukum..!!

Last updated: Rabu, 25 November 2020, 22:07 WIB

BANYUWANGI, Bratapos.com- Gencarnya operasi rutin yang dilaksanakan oleh aparat penegak Hukum dari Polresta Banyuwangi, tidaklah membuat efek jera terhadap para pengelola tambang galian C yang masih terus beroperasi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur.

Pasalnya meski sering dilakukan
penindakan tegas oleh petugas kepolisian Polresta Banyuwangi, para penambang ilegal di wilayah Kabupaten Banyuwangi masih saja membandel tetap beroperasi, seakan terkesan semua para penambang sudah pada kebal hukum.

Seperti yang diketahui salah satu lokasi tambang galian C yang masih operasional, tepatnya diwilayah Kedunen Desa Bomo, Kecamatan Blimbing Sari tambang milik mantan kepala desa (Kades) Kaligung, dengan jelas dilokasi tersebut Excavator sedang melenggang bebas beroperasi, dan disertai antrian beberapa unit mobil dum truck yang akan memuat hasil tambang.

Menurut salah satu warga setempat yang enggan namanya di mediakan, ketika di konfirmasi oleh awak media Bratapos.com mengatakan, bahwa dirinya menginginkan tambang tersebut di tutup, dengan alasan tanah sawah produktif digali sehingga jadi rusak tidak bisa lagi ditanami. Selain itu jalan menuju tambang amburadul (rusak), bahkan jalan pavingisasi yang baru satu bulan dibangun berantakan.

“Jika kami dan warga yang lainnya berharap tambang ini ditutup, masalahnya lahan persawahan tidak bisa ditanami lagi, parahnya lagi jalan paving belum sebulan dibangun sudah amburadul,”Ujarnya. Sabtu, (21/11/2020).

Masih menurutnya, ketika ditanya siapa pemilik lokasi tambang tersebut, dirinya mengatakan jika lokasi tersebut milik pak Pud, Mantan Kades Desa Kaligung.

“Tambang itu milik pak Pud mantan Lurah Kaligung mas,”Tegasnya lagi.

Selain itu pihaknya juga menyayangkan jika tambang galian C ilegal tersebut tidak segera ditindak oleh pihak penegak hukum karena dirinya merasa sangat terganggu dan juga dirugikan atas rusaknya jalan umum di wilayahnya, hanya demi keuntungan pribadi (pengelola) tambang.

“Ya gimana ya.. sayang saja mas, karena demi keuntungan pribadi jalan umum yang hancur, padahal belum sebulan dibangun jalan itu,”Tambahnya lagi.

Bahkan dirinya yang merasa hanyalah Masyarakat awam juga menyatakan, jika dirinya sangat berharap dari pihak aparat penegak hukum diwilayahnya, segera saja melakukan tindakan terhadap para pelaku tambang galian C ilegal, yang terkesan kebal hukum dan tidak menghiraukan akan rusaknya jalan tersebut,”Pungkasnya.

Reporter: Waluyo (Tim).

Editor/Publiser: Shelor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA