oleh

Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Pertua Dhandy Putra Sembiring : Baginda Muhammad Saw Adalah Teladan Bagi Umat Manusia

Last updated: Senin, 23 November 2020, 11:37 WIB

Karo, Bratapos.com – “Saya sangat berbahagia dalam semangat persaudaraan, boleh ikut bersama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sang teladan kita bersama. Bicara tentang Nabi Muhammad SAW, saya mengenal baginda nabi lewat inspiratif yang penuh dengan aroma perdamaian,” ungkap Tokoh Pemuda Protestan Pendeta Dhandy Putra Sembiring saat menghadiri undangan Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (22/11) di Aula MAN Kabanjahe.

Dijelaskannya lagi, “Baginda adalah teladan dalam nilai nilai toleransi. Maka baiknya dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita semakin mengukuhkan semangat merawat perdamaian di Indonesia, sebagaimana baginda nabi teladankan pada masanya. Sebagai orang kristen, juga sebagai pemuda pluralisme, saya mengenal Islam yang Rahmatan Lil Alamin itu pertama tama adalah dari sahabat Banser Ansor NU (Nahdalatul Ulama). Atas nama saudara sebangsa, saya ucapkan terima kasih banyak kepada sahabat Banser Ansor, karena terus konsisten merawat perdamaian, merayakan keberagaman, melanggengkan persaudaraan dalam cinta kasih yang tulus dan sejati,” ujar Pendeta muda itu.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema, “Meneladani Kepribadian Mulia Rasulullah Sebagai Pemimpin Negara dan Agama” berlangsung dengan khidmat, dengan penceramah Ustad Ahmad Yani Sinaga, M.Kom.I

Dalam kajian ceramahnya Al Ustadz Ahmad Yani Sinaga menyebutkan, “Berkaitan dengan tema peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebuah Hadis Riwayat Muslim, Barang siapa melepaskan tangan dari ketaatan pada penguasa, maka ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dalam ia tidak punya argumen apa apa untuk membelanya. Siapa yang mati dan ia berpisah dari jamaah, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah atau kebodohan. Sampaikan Islam dengan damai dan kasih sayang, Islam adalah agama rahmatan lil alamin, artinya agama yang merupakan bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT kepada seluruh alam semesta,” jelas Ustadz Sinaga.

“Dalam konteks keIndonesian, jihad dalam arti peperangan hukumnya haram. Makna jihad memiliki arti luas, tidak selalu tentang peperangan. Dalam kehidupan bertoleransi, menyelamatkan seseorang yang berbeda keyakinan dari bahaya adalah termasuk bagian jihad, demikian menurut Imam Zainuddin Al Mariabari, ulama yang bermazhab Syafii,” tambahnya.

Peringatan maulid diwarnai dengan lantunan sholawat nabi, drama detik detik wafatnya rasulullah SAW yang diperankan oleh panitia dan pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu.

Tampak hadir dalam peringatan maulid itu, perwakilan Pengurus NU Kabupaten Karo, Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Sumatera Utara, PW Ansor Sumatera Utara, PW Ikatan Sarjana NU Sumatera Utara, dan tamu undangan lainnya.

Reporter Ulong Ard

Publsiher Witnyo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA