oleh

Ansor Kab. Karo Santuni Anak Yatim Piatu Dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

Last updated: Senin, 23 November 2020, 10:08 WIB

Kab. Karo,bratapos.com-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Kepribadian Mulia Rasulullah Sebagai Pemimpin Negara dan Agama,” Al Ustadz Ahmad Yani Sinaga, M.Kom.I, sampaikan pesan toleransi antar umat beragama dan setia kepada pemerintah yang sah dalam ceramahnya, pada peringatan maulid yang digelar Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Karo, Minggu (22/11) di Aula MAN Kabanjahe.

Dalam kajian ceramahnya Al Ustadz Ahmad Yani Sinaga, “Berkaitan dengan tema peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebuah Hadis Riwayat Muslim menyebutkan, Barang siapa melepaskan tangan dari ketaatan pada penguasa, maka ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dalam ia tidak punya argumen apa apa untuk membelanya. Siapa yang mati dan ia berpisah dari jamaah, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah atau kebodohan. Sampaikan Islam dengan damai dan kasih sayang, Islam adalah agama rahmatan lil alamin, artinya agama yang merupakan bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT kepada seluruh alam semesta,” ungkap Ustadz Sinaga.

“Dalam konteks keIndonesian, jihad dalam arti peperangan hukumnya haram. Makna jihad memiliki arti luas, tidak selalu tentang peperangan. Dalam kehidupan bertoleransi, menyelamatkan seseorang yang berbeda keyakinan dari bahaya adalah termasuk bagian jihad, demikian menurut Imam Zainuddin Al Mariabari, ulama yang bermazhab Syafii,” tambahnya.

Tampak hadir dalam peringatan itu, Pengurus Nahdalatul Ulama (NU) Kabupaten Karo, Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Sumatera Utara, PW Ansor Sumatera Utara, PW Ikatan Sarjana NU Sumatera Utara, Tokoh Muda Protestan Pendeta Dhandy Putra Sembiring, dan tamu undangan lainnya.

Dalam berkesempatan itu, Tokoh Muda Protestan Pendeta Dhandy Putra Sembiring yang ketika itu hadir sebagai undangan dan simpatisan menyampaikan rasa bangganya atas undangan yang diberikan kepadanya. “Saya sangat berbahagia dalam semangat persaudaraan, boleh ikut bersama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sang teladan kita bersama. Bicara tentang Nabi Muhammad SAW, saya mengenal baginda nabi lewat inspiratif yang penuh dengan aroma perdamaian,” ungkapnya.

“Baginda adalah teladan dalam nilai nilai toleransi. Maka baiknya dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita semakin mengukuhkan semangat merawat perdamaian di Indonesia, sebagaimana baginda nabi teladankan pada masanya. Sebagai orang kristen, juga sebagai pemuda pluralisme, saya mengenal Islam yang Rahmatan Lil Alamin itu pertama tama adalah dari NU Banser Ansor. Atas nama saudara sebangsa saya ucapkan terima kasih banyak kepada sahabat Banser Ansor, karena terus konsisten merawat perdamaian, merayakan keberagaman, melanggengkan persaudaraan dalam cinta kasih yang tulus dan sejati,” ujar Pendeta muda itu.

Peringatan maulid diwarnai dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu, lantunan sholawat massal dan penampilan drama detik detik wafatnya rasulullah SAW yang diperankan oleh panitia.

Reporter Ulung

Publisher Witnyo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA