oleh

Bela Hamas, Tommy Usman Dinilai Mempolitisir Niat Baik Warga

Last updated: Minggu, 22 November 2020, 23:53 WIB

Bungo, Bratapos.com – Pernyataan Tommy Usman mantan Asisten Bupati Bungo sangat disesalkan sejumlah warga Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo. Dalam kampanye virtual Hamas-Apri yang disiarkan langsung pada Sabtu (21/11/2020) malam, Tommy seolah-olah sepenuhnya menyalahkan warga yang berusaha menyelamatkan wilayah Tanah Tumbuh dari paparan Covid-19.

“Saya yakin bahwa kejadian ini lebih disebabkan emosi segelintir orang yang menerima isu menerima informasi yang salah terhadap sosok H. Mashuri karena dikaitkan dengan beliau sedang akan ikut Pilkada 2021-2024, dan secara kebetulan rivalnya atau yang ikut Pilkada ini ada putra asli Tanah Tumbuh,” kata Tommy mempolitisir.

Tommy juga seolah-olah menyudutkan, menilai warga yang melakukan aksi tersebut berkarakter tidak baik.

“Ini sangat merugikan warga masyarakat Tanah Tumbuh, karena apa, tidak semua, saya tahu betul, tidak semuanya warga masyarakat Tanah Tumbuh seperti itu, masih terlalu banyak yang baik-baik, masih terlalu banyak yang idealis, masih terlalu banyak yang positif terhadap H. Mashuri dan Apri. Artinya hanya oknum-oknum tertentu, saya yakin bahwa itu hanya adek-adek yang salah menerima informasi, dan memang sengaja disalahkan oleh orang-orang yang berkepentingan. Mereka kini saya yakin mereka menyesal,” ucap Tommy masih mempolitisir.

Pernyataan Tommy tersebut dibantah oleh sejumlah warga, Minggu (22/11/2020). Warga menilai Tommy tidak bijak dalam menyikapi persoalan ini dan malah mengait-ngaitkan dengan Pilkada.

“Informasi mano yang salah pak? Apo informasi terkait isteri pak Mashuri positif terinfeksi Covid-19 tidak benar? Apokah kami salah untuk menjada daerah kami biar selamat dari paparan virus? Harusnyo pak Mahsuri tu jangan berkeliaran, harusnyo isolasi, ikuti aturan pemerintah, virus ni dak nampak, kami takut. Kami dak nyesal, kareno niat kami elok (baik-red) melindungi diri dan masyarakat,” ungkap EB, warga Tanah Tumbuh.

Warga menegaskan bahwa penolakan terhadap Hamas murni inisiatif mereka sendiri. “Dak do kaitan dengan politik. Kami bukan Tim, dak do urusan kami dengan Pilkada, bijaklah pak,” pinta Warga.

Warga mengaku, bahwa beberapa kali berusaha melakukan komunikasi secara baik-baik. Namun sayangnya, Bupati cuti tersebut ngotot tetap akan menghadiri pesta pernikahan di wilayah itu. Sehingga terjadilah penghadangan.

“Kami lah ngato bicaro elok-elok (baik-red), tapi dak diterimo, fikirkanlah masyarakat pak, kami mau sehat, tapi katonyo harus jaga kesehatan,” tambah warga.

“Intinyo kami kecewa dengan pak Tommy, sebagai orang Tanah Tumbuh seharusnyo bapak bela kami sebagai warga, kareno niat kami elok, demi kebaikan bersamo,” ungkap warga, Hafiz.

Terkait adanya pengrusakan satu unit kendaraan rombongan Hamas, warga membantah keras melakukan pelemparan batu dan kayu. “Mobil tu ditinju pake tangan samo satu orang kawan kami, bukan pake batu dan kayu. Isu tu dak benar,” ungkapnya.

Pemukulan mobil dilakukan seorang warga yang tersulut emosi lantaran saat penghadangan diduga pengawal pribadi Hamas melepaskan tembakan peringatan ke udara meminta warga membubarkan diri.

“Jarak kami masih jauh, kami takut dekat-dekat, takut tertular virus. Dak do anarkis, tibo-tibo satu orang keluar dari mobil pak Mashuri langsung ngarahkan pistol kebawah sudah itu nembak keatas. Makonyo kami emosi, kenapo harus ngancam-ngancam kami pakai pistol, kami ni warga, masyarakat, bukan orang jahat,” pungkas Warga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA