oleh

Diduga Mendirikan Bangunan Abaikan Prosedur, “F.MAP” Surati Dinas Pengairan

BANYUWANGI, Bratapos.com- Rambu-rambu larangan pembangunan di sepandan sungai Kemiren, sudah jelas terpasang oleh dinas Pengairan PUPR Banyuwangi. Namum rambu larangan tersebut, seakan tidak di indahkan warga p Masyarakat, buktinya sebuah bangunan sedang dibangun ditepi jalan raya kemiren arah Kalibendo, tepatnya berjarak 400 M dari rumah makan kemang Kemiren, Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur.

Belum diketahui bangunan tersebut milik siapa dan hendak dibuat apa, namun yang pasti pembangunan di sepadan sungai kemiren tersebut adalah illegal.

Kabid pengairan DPUPR Kabupaten Banyuwangi, H.Nasrul, ketika dikonfirmasi awak media Bratapos.com terkait hal tersebut, dirinya mengatakan, jika Dinas pengairan sudah menerima surat laporan dari Forum Masarakat anti pungli (F.MAP), yang intinya mempertanyakan rekomendasi perijinan terkait bangunan tersebut.

“Terkait hal itu, kami sudah terima surat dari F.MAP, dalam waktu dekat ini akan kami kroscek kelokasi, jika benar tindakan awal kita kirimkan surat teguran kepada pemilik bangunan,”Ujarnya.

Sedangkan menurut Agus Purwanto, salah satu perwakilan dari F-MAP, juga menjelaskan tentang kebenaran surat yang dikirim ke Dinas pengairan.

“Benar kami kirim surat itu, supaya menjadi perhatian bagi warga Masyarakat, bahwa mendirikan bangunan di sempadan harus melalui prosedur. Jadi tidak sampai melanggar aturan, padahal diloksai pinggir saluran itu sudah ada “Warning” dilarang mendirikan bangunan. Tapi kok masih saja ada warga yang menentang (melanggar). Untuk Banyuwangi taat aturan dan sportif lebih baik kedepannya, saya bersama tim akan selalu memberikan informasi kepada instansi terkait, jika kami temukan sebuah pelangaran,”Pungkasnya.

Reporter: Waluyo (Tim).

Editor/Publiser: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA