oleh

Bedah Asal-Usul Kampung Mandar di Kota Belambangan, KKSS Gelar Diskusi

Last updated: Sabtu, 14 November 2020, 18:04 WIB

BANYUWANGI, Bratapos.com- Kabupaten Banyuwangi terletak diujung timur di pulau jawa, atau Sun Rise, penduduknya terdiri dari bermacam-macam suku ras & Agama, ada suku Jawa, Arab, Madura dan suku Mandar. Selain itu juga bermacam macam kultural Kebudayaan ada di Kota tersebut, bahkan dari bermacam-macam suku ras yang ada, sangat menjaga perdamaian dan kekompakan satu sama lainnya antar suku ras .

Sedangkan kampung Mandar, sebuah Kelurahan di Banyuwangi yang diketahui suatu kampung, mayoritas penduduknya berasal dari Sulawesi selatan.

Tepatnya Selasa, 09 November 2020, di salah satu rumah warga kampung Mandar bernama mpok Item, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), menggelar acara diskusi bertema “Ulupampang Menanam Politik Blambangan – Jawa – Eropa” yang artinya membedah kampung Mandar asal usulnya, hingga kebudayaan di tanah bumi Belambangan Banyuwangi.

Acara tersebut di hadiri Camat kota Moh Lutfi, dan Kades kampung Mandar beserta para pemuda-pemudi dan juga para tokoh Masyarakat yang ada di Kampung Mandar.

Saat acara Camat Lutfi, menyampaikan, ucapan terima kasih, dikampung Mandar telah membuka kebudayaan suku Mandar hingga jadi kampung wisata kebudayaan dan wisata kuliner, dibuka warung-warung makan ikan bakar di plesengan, kampung Mandar bisa mendokrak di sektor wisata kuliner, maka dari itu Pemkab Kecamatan Kota Banyuwangi, berjuang menghidupkan kampung-kampung wisata di Banyuwangi.

“Alhamdulillah Banyuwangi kota mendapatkan tempat prioritas dengan tujuan perjalanan Dinas pejabat dapat di kunjungi, seperti kota Jogjakarta- kota Banyuwangi – Kota Bali, setelah mendapat surat dari Menteri kemaritiman, saya harap kampung – kampung wisata yang ada di Banyuwangi tetap di perhatikan sesuai prokes Covid-19,”Ujar Moh Lutfi Camat.

Sedangkan Riezal, selaku ketua panitia saat dikonfirmasi mengatakan, “Kegiatan Ulupampang ini berasal dari suku Mandar, tujuannya membedah kebudayaan suku Mandar yang dibawa nenek moyang kita di zaman VOC. Suku Mandar di Banyuwangi ada (5) kampung, diantaranya Tembokrejo, Glenmore, Bayu, kampung Mandar, Singonegaran sesuai sejarahnya, kampung Mandar zaman dahulu serambi mekah nya di Banyuwangi kota”

“Pedagang dari suku Mandar datang ke Banyuwangi lewat jalur laut, di pelabuhan rakyat yang kini dinamakan pantai Boom, dan kenapa titik “Nol” km di kampung mandar, karena saat itu kampung Mandar jadi pusatnya titik “Nol”, jika ditarik 12 km arah selatan dan utara, selain berdagang suku Mandar juga bersyiar agama Islam”

“Kebudayaan suku Mandar ada dua yaitu, Ritual Petik laut dan Ritual Saulak, ritual itu merupakan peninggalan Datuk Karaeng Pulang Kapitan Palak tokoh Masyarakat Suku Mandar di zaman VOC, dan hingga kini tetap di lestarikan supaya di zaman modern ini kebudayaan tidak punah,”Jelas Riezal.

Pihaknya berharap semoga kedepan acara tersebut dapat mempersatukan, menjalin kerukunan tali silaturahmi seluruh suku Mandar, seperti nenek moyang kita dahulu datang ke Banyuwangi meminta Pemkab Banyuwangi mendukung program wisata kebudayaan dan kuliner di kampung Mandar,”Pungkasnya.

Reporter: Waluyo Bratapos (Tim).

Editor/Publisher: Shelor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA