oleh

Jelang Pilkada Sebar Spanduk Tak Jelas, “Kombat” Datangi & Desak Kapolres

BANYUWANGI, Bratapos.com- Marak akan munculnya spanduk dengan bertuliskan seakan menyudutkan wibawa perempuan, dalam artian (tidak pantas) jadi pemimpin saat menjelang kampanye Pilkada di Kota Banyuwangi, kian mendapat respon dari pihak Koalisi Perempuan Bermartabat (Kombat). Rabu, (11/11/2020).

Tepatnya Hari Selasa 09 November 2011 pukul:10.00 Wib, kombat mendatangi kantor Kapolresta Kota Banyuwangi untuk melakukan audensi pada Kapolres, dalam aksinya Kombat yang diketuai koordinator Saudara Ibu Eny Setiawati, S.H, sekaligus frofesi sebagai Lawyer .

Kedatangan Kombat ke kantor Kapolresta Kota Banyuwangi langsung di temui oleh Kapolresta Kota Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin.S.H, S.I.K, M.H.

Kombat mendatangi kantor Kapolresta Kota Banyuwangi untuk menyampaikan aspirasinya, mengenai maraknya spanduk yang beredar dan isinya menyudutkan dan mendiskriminasi kaum perempuan. Ada 5 poin tuntutan yang disampaikan Kombat kepada Kapolresta Kota Banyuwangi, dari kelima tuntutan tersebut diantaranya:

1) Maraknya aksi penyebaran spanduk yg bertuliskan mendeskriditkan kaum wanita.

2) Mengutuk keras aksi teror kepada kaum perempuan baik secara verbal maupun fisik.

3) Mendesak kepada Kapolresta Kota Banyuwangi secepat mungkin mengusut pelaku dan aksi-aksi penyebaran spanduk tentang pelecahan pada kaum perempuan.

4) Jika tidak segera ditindaklanjuti, maka Kombat akan melaporkan kepada pihak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Komnas Perlindungan Perempuan, serta akan menggerakkan aksi yang lebih Besar Lagi.

(5) Ini bukan tentang Politik, ini bukan tentang Pilkada, ini bukan tentang pendukung salah satu Paslon, tapi ini jelas TENTANG PEREMPUAN/ KESETARAAN GENDER.

Di Indonesia biasanya ada 5 tindakan diskriminasi yang sering terjadi yaitu diskriminasi Ras/Etnis, diskriminasi agama, diskriminasi Sosial, diskriminasi Gender, diskriminas terhadapi Difabel.

Harapan Kombat semoga Kapolresta Kota Banyuwangi mau dan merespon tuntutan tersebut, biar hak perempuan dan laki-laki sama tanpa ada diskriminasi, karena pihak perempuan juga mempunyai hak untuk memimpin suatu struktur Pemerintahan.

Reporter: Waluyo Bratapos (Tim)

Editor/Publisher : Shelor


Kirim dari Fast Notepad

REKOMENDASI UNTUK ANDA