oleh

LPK Situbondo: Ngawur, Konflik Kades Sumberwaru Bisa Berbuntut Panjang

Last updated: Selasa, 10 November 2020, 10:38 WIB

SITUBONDO, Bratapos.com- Konflik 42 – 43 Kadus Cotek Moh.Monakib sebenarnya sudah final, kalau saja Kades Sumberwaru, Imam Ansori mau patuh dan taat terhadap aturan dan mau legowo menuruti apa yang diperintahkan Bupati melalui surat plus Rekom Camat Banyuputih. Namun sampai Jum’at, 6 November 2020, di saat Jurnalis Bratapos.com mewawancarai Imam kades tetap bersikokoh dengan pendiriannya yang lengkap dengan berbagai argumen pembelaan dan pembenaran.

Ditemui dirumahnya Imam Ansori menjelaskan terkait pembatalan SK dirinya tentang pengangkatan Monakib yang mestinya dia lakukan bulan lalu malah Imam lebih melihat dari sisi kemanusiaan memberi kesempatan melihat kinerja dari yang bersangkutan.

“Kita ingin melihat kinerja yang bersangkutan lebih dulu, saya lebih mengedepankan asas praduga tak bersalah, karena yang kita kedepankan sisi kemanusiaan, jadi kita beri kesempatan dulu lalu kita nilai cara kinerjanya seperti apa,”Ujarnya.

Selain itu pihaknya juga mengatakan, bahwa terjadinya pembatalan tersebut akan dilakukan ketika kinerjanya tidak sesuai prosedur.

“Pembatalan akan saya lakukan jika yang bersangkutan tidak bekerja sesuai aturan, yang ada,”tambahnya.

Bahkan Imam juga mengatakan, yang dilakukannya tersebut juga demi situasi kondusif diwilayahnya, karena kedua belah pihak sama-sama mengancam akan melakukan demo.

“Kedua pihak sama-sama akan demo pak, surat pernyataannya ada, saya memilih mengedepankan ketertiban dan keamanan karena ini kan Kepala Dusun. Jadi yang bersangkutan kita pertahankan sampai bisa membuktikan bekerja dengan baik,”Jlentrehnya.

Ditempat terpisah Deny Rico ketua LPK Situbondo, tidak habis pikir dengan aksi nekat dan ngawur yang dilakukan kades Sumberwaru, menurutnya hilangnya marwah dan kewibawaan legislatif dan eksekutif di bumi sholawat Nariyah ini.

“Tidak sesederhana itu, Masyarakat dipertontonkan arogansi kekuasaan dalam hal ini oleh Kades, pemerintah diatasnya tak berdaya diam, melakukan pembiaran tanpa ada kejelasan dalam bersikap, sedangkan Masyarakat setiap hari dalam banyak kesempatan selalu ditekankan untuk selalu taat peraturan,”Tutur Deny.

” Jangan heran kalau akhir-akhir ini banyak kejadian seperti kekerasan, pengeroyokan, persekusi sumpah serapah dan lain-ain, hal itu saya yakini ada benang merahnya, Masyarakat sedikit demi sedikit hilang rasa percaya pada pemimpinnya, mereka menganggap jika lapor ditampung, ditanggapi selebihnya end,”sambung deny.

Selanjutnya deny berujar, ini adalah bentuk kegagalan pemerintah khususnya Pemkab Situbondo, terkhusus lagi DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa), mereka mulai evaluasi dan introspeksi output apa yang di dapat dari pembinaan pembinaan yang dilakukan dengan uang rakyat yang tak sedikit jumlahnya.

Deny pun mengancam akan melakukan aksi demo di pemkab, DPRD ataupun Polres Situbondo sebagai ujung tombak penindakan secara hukum jika institusi- institusi tersebut mandul tidak bisa menyelesaikan masalah.

“Jujur saya tak ada kepentingan pribadi dengan Sumberwaru, tapi ini menyangkut marwah eksekutif dan legislatif, kepastian hukum dan demi Situbondo lebih baik, jika tetap seperti ini saya pastikan saya akan datangi Pemkab, Dewan dan Polres Situbondo,”Pungkasnya.

Reporter : A free

Editor/Publisher: Shelor


Kirim dari Fast Notepad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA