oleh

Ngaku “Gentle”, Pasar Tradisional Dampit Diduga Bebas Perjual Belikan Daging “Busuk”

MALANG, Bratapos.com- Bahan makanan yang berasal dari hewan “bermasalah” kini ditemukan masih di jual bebas di pasar tradisional kota Dampit Kabupaten Malang Jawa timur, hal tersebut diketahui setelah Rufi’ah, Warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tirtoyudo, membeli hati sapi dilapak daging milik Siswono, pada hari Sabtu, 30 Oktober 2020.

Awalnya Rufi’ah atau yang biasa dipanggil ‘Mak Rup’ tersebut, tidak tahu jika hati sapi yang ia beli sudah tidak layak di konsumsi. Pasalnya, setelah dimasak hati sapi yang dikiranya masih segar itu ternyata malah hancur, selain itu juga mengeluarkan aroma busuk, dan rasanya juga kecut tidak enak.

Merasa tertipu dengan oknum pedagang daging yang terletak ditengah pasar kota Dampit, kedua anak Rufi’ah langsung klarifikasi dengan pedagang daging tersebut, namun Siswono sempat mengejeknya, katanya mereka tidak pernah makan daging. Mila yang sempat mendokumentasikan video di saat menemui Siswono, sempat kecewa karena pelayanan yang diberikan Siswono seakan-akan mengejeknya.

“Mengetahui Hati sapi yang saya beli tidak layak konsumsi, saya langsung klarifikasi kepada pedagangnya, tapi saya malah di ejek tidak pernah beli dan makan daging ya…!!” Ujar Maria dari anak pembeli, Minggu (01/11/2020).

Sebelumnya kedua anaknya juga sempat klarifikasi kepada Istri Siswono, Hj. Ninik, yang saat itu berada dilapak dagangannya, dan dikatakan jika daging sapi itu kadang bagus dan terkadang juga tidak bagus, namun pembeli sempat menyesalkan jika daging yang tidak layak konsumsi kenapa harus tetap diperdagangkan.

“Kalau sudah tidak layak konsumsi, kenapa dagingnya masih tetap dijual, ini sangat merugikan konsumen, rencananya untuk acara selamatan Maulid Nabi lagi, kan bisa malu keluarga saya jika daging itu nantinya di makan orang banyak mas,” Kata Mila.

Sementara itu Arip, selaku matri yang bertugas di pasar Dampit Kabupaten Malang, ketika di konfirmasi terkait lemahnya pengawasan dari dinas pasar tersebut mengatakan, jika pihaknya masih belum bisa menjawabnya.

“Saya belum bisa menjawab karena itu wilayah Dinas Peternakan, nanti saya akan koordinasi dulu pak,”Ujar Arip melalui Chat via WhatsApp Selasa, (03/11/2020) sore. melalui via

Sedangkan pihak dari keluarga pembeli daging yang diduga tidak layak dijual atau Expayed tersebut hingga saat ini masih merasa kecewa, terlebihnya ejekan yang dilakukan oleh pemilik lapak kepada pihak pembeli daging sembari terlihat terjadi cekcok mulut, seperti yang terlihat di video saat pembeli hendak memberitahukan jika kondisi daging yang dibelinya tersebut bau tak sedap, nampak mengejek dengan cara menjulurkan lidahnya dan mata melotot sambil menantang.

Ayo vidio terus, saya “Gentleman” kok, ayo jika mau di viralkan,”Pungkasnya.

Reporter: Bratapos (Tim)

Editor/Publisher: Hadi/Lor

REKOMENDASI UNTUK ANDA