oleh

Jenazah Naik Sepeda Motor di Boyolali

Last updated: Sabtu, 31 Oktober 2020, 20:08 WIB

BOYOLALI, Bratapos.com – Seorang pengendara sepeda motor yang membawa jenazah ditutup kain batik menggegerkan warga Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sejak, Kamis (29/10) 2020.

Bahkan, video dan foto pengendara sepeda motor dengan jenazah terbujur kaku di belakangnya tersebut hingga Jumat sudah beredar di sejumlah akun media sosial.

Dari informasi yang diperoleh, pengendara yang bernama Sutejo, 50, tersebut berada di salah satu ruas jalan di Kecamatan Simo, Boyolali.

Salah satu kakak Sutejo, Sri Suyamti, membenarkan bahwa adiknya membawa jenazah yang ternyata diketahui merupakan jenazah ibunya, Ginem Suharti yang berusia 80 tahun. Suyamti dan Sutejo sendiri tinggal berdekatan dalam satu pekarangan di Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Suyamti menceritakan bahwa sebelum meninggal Ginem ikut Suyamti. Bahkan, pada Kamis pagi ia sempat berpamitan Sutejo untuk bekerja.

“Kalau kerja ya kerja, nanti kalau ada apa-apa ‘tak urusane’ (saya urusnya), gitu,” katanya.

Bahkan, ketika sang ibu meninggal dunia karena sakit tua, Suyamti masih berada di tempat kerja.

“Pukul setengah sembilan saya (08.30) dikabari oleh adik ipar (istri Sutejo) kalau ibu meninggal. Dia juga kasih tahu kalau adik saya ini membawa ibu saya ke Simo (kampung halaman ibu) dengan diboncengkan sepeda motor. Saya sangat kaget, kok tega sekali,” katanya.

Ia mengatakan ibunya sendiri berasal dari Dukuh Selorejo, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Boyolali.

Bahkan, dikatakannya, awalnya Ginem akan dimakamkan sendiri oleh adiknya itu. Namun akhirnya Sutejo meminta bantuan pamannya.

“Saya kan langsung ‘nyusul’ ke Simo, tetapi jenazah ibu tidak ada di rumah. Ternyata sudah di makam, mau dimakamkan sendiri oleh adik saya, padahal belum disucikan,” katanya.

Mengetahui hal itu, pihak keluarga membujuk Sutejo agar terlebih dahulu mensucikan jenazah orang tuanya sesuai dengan ajaran agama. Mengenai sikap adiknya, Suyamti mengaku selama ini Sutejo cenderung tertutup.

“Adik saya ini pendiam, jarang bergaul dengan tetangga. Orangnya tertutup, nggak pernah keluar (rumah),” katanya.

Reporter: Renjes/Arief
Editor/Publisher: Arta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA