oleh

Diduga Sang Kakek Ikut Aliran Syiah, Jenazah Seorang Gadis ABG Ditolak Warga Blu’uran

-4.596 views
Last updated: Rabu, 28 Oktober 2020, 06:47 WIB

SAMPANG, BrataPos.com – Tarjadi penolakan jenazah seorang Gadis (ABG) di Desa Blu’uran Kecamatan karang Penang di karenakan jenazah tersebut menurut warga masih dari turunan aliran Syiah. (NA) Anisial berumur 17 tahun yang meninggal di rumah sakit paru-paru Pamekasan, vonis penyakit asam lambung dan paru paru. Namun saat mau di kebumikan kampung halaman Desa Blu’uran warga menolak. Sehingga jenazah tersebut di bawa ke Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Sampang,

Info yang didapat bratapos.com, yang sebelumnya (NA) sejak kecil dirawat oleh sang kakek yang diduga ikut aliran Syiah, karena penceraian kedua orang tuanya. perlu diketahui kedua orang tua dari NA tidak mengikuti aliran yang dianggap sesat tersebut. Sangat miris ketika warga menolak jenazah seorang Gadis 17 tahun ini yang belum ada kepastiannya bahwa dirinya ikuti aliran Syiah.

Saat (NA) mengalami sakit yang pada akhirnya di jemput keluarga untuk menjalani perawatan di rumah sakit paru pemekasan, sampai NA hembuskan Nafas terakhirnya. Karena di rasa orang tua dari NA berasal dari desa Blu’uran dengan niat mau di kebumikan di kampung halamannya. Hal itu tidak bisa dilakukan, karena warga menolak jenazah gadis belia ini dengan tuduhan Anisial (NA) ikuti aliran Syiah yang di anut oleh sang kakek.

Saat kami temui Camat Karang Penang Syamsul Arifin di lokasi (BLK) mengatakan, memang benar mas, ada penolakan dari warga. “Karena menurut warga masih ada turunan Aliran Syiah,” katanya. Ada informasi, warga akan bergerak jika masih mau dikebumikan di Blu’uran mas,” jelasnya. Jadi jenazah tersebut kami bawa ke BLK untuk pengamanan sementara,” sambung dia.

Gadis ini ikut kakeknya karena orang tuanya bercerai. “Warga menganggap sang kakek ikut aliran Syiah yang juga imbasnya sama NA. Maka terjadilah penolakan tersebut,” tambah camat Karang Penang.

Di lokasi pemakaman Kepolsek Karang Penang Iptu Selamet menyampaikan, pihaknya mendapatkan informasi setelah jenazah sudah sampai di rumah duka. Karena situasinya dirasa kurang baik, akhirnya kami datangi rumah duka. Ternyata masyarakat sekitar tidak menghendaki pemakaman dilakukan.

“Kemudian kami kordinasi kepada pihak polres bersama pemerintah daerah. Pada akhirnya kami bawa ke BLK untuk pengamanan sementara dan dilakukannya pemakaman jenazah di Desa Gunung Maddah,” jelasnya.

Abdul Rozak orang tua dari korban sangat terpukul dengan adanya kejadian ini. Sehingga tidak bisa dimintai keterangan atas peristiwa ini.

Perlu juga kita ketahui jenazah NA di kebumikan di Dusun Bong Permai, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Pemakaman dihadiri oleh camat Sampang, camat karang Penang, Kapolsek Sampang, Kapolsek karang Penang, Kasat Intel polres Sampang, beserta aparat kepolisian dan TNI.

Reporter : Fara
Editor : Rian
Publish : jml

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA