oleh

Dana DAK 2020, Minta Kejaksaan dan Polisi Periksa Kasek SD 138437 Kota Tanjung Balai

(Last Updated On: Jumat, 20 November 2020)

Tanjung Balai, Bratapos.com – Seolah merasa kuat dan kebal hukum Kepala Sekolah SD Negeri 138437 Asnawati alergi atau tidak mau bertemu dengan awak Media (Wartawan).

Dari pantauan beberapa awak Media Sekolah SD Negeri 138437 mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang pengerjaan nya pembuatan Ruang Perpustakaan, Ruang Dewan Guru dan Ruang UKS semua dibuat baru bukan rehabilitasi.

Akan tetapi terkait hal itu awak media mencoba mengkonfirmasi Kepala Sekolah atas penggunaan anggaran apakah sudah sesuai dengan pekerjaan atau tidak seperti mana yang tertuang didalam Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 huruf F yang menyebutkan, “bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

Kemudian dari pada itu, Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menggarisbawahi dengan tebal, “bahwa salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh Informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan”.

Dalam penggunaan Dana DAK 2020 Menteri Pendidikan Nadiem Makarim telah menjelaskan sesuai Juknis DAK di halaman 10 bahwa dalam penggunaan Dana DAK Fasilitator harus mempublikasikan RAB dan Dokumen pekerjaan akan tetapi sekolah itu tidak menampilkan sama sekali.

Terkait pekerjaan SD Negeri 138437 Ketua DPP LSM Tumbak (Tim Ungkap Masalah dan Brantas Korupsi) Herman angkat bicara dengan mengatakan, “Kami sudah mengumpulkan data pekerjaan valid tentang pekerjaan sekolah itu dan kami juga berharap agar Kejaksaan dan Kepolisian bekerjasama dalam penggunaan Dana DAK 2020 ini”, ungkap Herman. Rabu 28 Oktober 2020

Namun sangat disayangkan, Kepala Sekolah seharusnya welcome terhadap publik agar tidak menimbulkan kecurigaan apakah Dana DAK tersebut sudah sesuai dengan yang dikerjakan (RAB) atau bukan.

Kendati sedemikian, Herman juga mengatakan apabila Pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang diturunkan oleh Pemerintah ke Sekolah itu maka Kami akan melaporkan ke Kejatisu dan Tifikor Polda Sumatera Utara agar tiap sekolah tidak bermain dengan Dana DAK ini.

Tambah Herman, Dana DAK itukan Swakelola yang keuntungan nya 0 Rupiah, jadi pihak sekolah harus benar benar menggunakan dengan baik, kerana setiap yang menggunakan anggaran dari Negara atau Pemerintah harus ada pertanggungjawaban walaupun 1 Rupiah, pungkas nya.

Saya rasa Ibu Asnawati Kepala SD Negeri 138437 tidak kooperatif, “Kami sudah berulang kali cuba untuk konfirmasi namun beliau tidak ada ditempat, jadi kami berharap agar Kejaksaan dan Polisi untuk segera memanggil Ibu Asnawati terkait penggunaan Dana DAK nya, kerana muncul dugaan kami pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan RAB atau Bestek sehingga beliau berusaha menghindar dari pantauan awak media (Wartawan) dan alergi terhadap mereka”, tutup Herman.

Reporter : Handrianto

Publisher : Handrianto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA