oleh

Perusahaan legal yang Illegal: Kejahatan Penggelapan Pajak Hingga Pencurian Arus Listrik

Last updated: Senin, 26 Oktober 2020, 10:50 WIB

Medan, Bratapos.com- Perusahaan yang disinyalir kuat sudah bukan lagi tergolong home industri ataupun perusahaan kecil bernama CV.Citra Seni Sumatera yang terletak dikawasan kompleks pertokoan Asia Mega Mas, dengan kepemilikan atas enam buah ruko mengelola dan melakukan kegiatan industri perhiasan emas.

Ratusan karyawan CV.CSS dirumahkan karena beberapa orang dari mereka terpapar reaktif covid19 beberapa waktu lalu. Sejak masalah tersebut hal ini terkuak ketelinga media Bratapos.com. Ratusan karyawan yang dirumahkan tanpa adanya pesangon maupun jaminan, semuanya bagaikan sampah tercampakan ” kami seperti sampah bang, sudah ngak berguna kami dicampakan bos. Padahal bahan baku industri yang kami olah itu emas berkilo-kilo setiap harinya”. Ungkap narasumber berinisial S.

“Depan ruko itu ngak ada papan nama perusahaan,listrik didalam ruko itu mencuri arus bang. Dia kerjasama dengan PLN buat narik arus dari travo dengan tiang sendiri ke ruko. Bahkan penggelapan pajak pendapatan perusahaan jelas terjadi bang. Puluhan kilogram emas yang didistribusikan setelah diolah setiap harinya, tak pernah ada kena pajak. BPJS karyawan yang ratusan orang ini pun tidak ada. Kami keluar masuk kerja seperti maling lewat pintu belakang ruko”. Terang S panjang lebar.

Saat ditemui oleh awak media Bratapos.com ruko yang dimaksud tersebut, ternyata benar didepannya seperti tak ada aktifitas, tiang PLN yang dimaksud pun terpampang jelas disaksikan orang banyak namun diam tak mengerti. Pihak manajemen perusahaan CV.CSS bernama A Wong enggan membalas chatting melalui WhatsApp nya. Bahkan petugas yang membukakan pintu ruko tempat CV.CSS beradapun enggan memberikan izin masuk, karena celah membuka pintupun hanya untuk satu orang yang bisa melewatinya. Bahkan pintu depan CV.CSS berlapis.

“lu sudah telpon A Wong..? Hubungi aja loh.” Kata petugas pintu yang bernama A Weng saat menanyakan keberadaan A Thak alias Robert Lee alias A Thak Lee bos besar CV.CSS. “bagaimana bisnis pengolahan emas didalam bang?” Tanya kepala cabang Bratapos Sumbagut Fahmi Handrianto kepada A Weng. “Agak lesu bang sedikit sekarang yang diolah biasanya mau ratusan kilo sekarang seratus saja sulit dapat.” Ungkap A Weng tanpa sadar sudah menyakini adanya industri besar didalam aktivitas diam-diam dalam ruko tersebut.

“mesin yang digunakan didalam pasti besar Watt listriknya ya bang?” Lanjut bertanya pada A Weng yang sibuk mau masuk kedalam ruko. ” Sudah “dimainkan” PLN itu bang.” Jawab A Weng tersenyum mengejek petugas Listrik di Indonesia yang bisa diajak kerjasama.

disini benar CV.Citra Seni Sumatera atau CV.Citra Sumatera Seni bang?” Tanya media Bratapos.com kepada A Weng. “Iya..iya bang, hubungi aja A Wong ya dia yang lebih faham menjelaskannya”. Jawab A Weng berlalu menutup pintu ruko yang berlapis dua tersebut.

Hasil investigasi media Bratapos.com terhadap kebenaran dari informasi narasumber sejauh ini benar adanya kegiatan produksi besar terhadap pengolahan perhiasan emas murni yang di sembunyikan secara meyakinkan telah melakukan tindakan kejahatan pencurian listrik dan juga penghindaran pajak negara di Republik Indonesia. Sedangkan A Wong yang dihubungi sampai terbit berita ini enggan membalas pertanyaan wartawan.

Reporter : Fahmi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA