oleh

CV.Citra Sumatera Seni Kangkangi Undang-Undang Republik Indonesia

(Last Updated On: Selasa, 27 Oktober 2020)

Medan, Bratapos.com- Perusahaan bernama CV.Citra Seni Sumatera yang berlokasi dikawasan pertokoan Asia Mega Mas diduga kuat melakukan penggelapan pajak dan pencurian arus listrik. Tak akan ada yang menyangka kalau ruko enam petak itu didalamnya ada aktivitas perusahaan industri pabrik berskala milyaran, bukannya industri kecil seperti yang di klaim pihak yang mengetahui ruko tersebut.

Narasumber yang disembunyikan menerangkan bahwa “perusahaan ini merupakan perusahaan yang berkaryawan ratusan orang, namun karena pandemi covid19 ini beberapa karyawan di rumahkan, tanpa adanya terdaftar di BPJS.” Ungkap narasumber.

“coba Abang perhatikan tiang listrik yang keluar dari garis tiang PLN, itu ulah CV.CSS tersebut yang mencuri arus bersama petugas dari biro PLN.” Terang Narasumber selanjutnya. “Dulu pernah masuk pemeriksaan dari kantor pajak dan Poldasu bang, namun sudah ditutupi oleh bosnya bernama A Thak, plank merek perusahaan sengaja tidak dipasang didepan kantor untuk menghindari petugas-petugas baik pajak maupun kepolisian”. Ungkap Narasumber.

“perusahaan ini mengaku sebagai pencucian emas, namun di dalamnya pengolahan emas murni menjadi perhiasan sesuai bentuk yang diinginkan dengan menggunakan mesin canggih, banyak mesinnya didalam”. Terang Narasumber kembali.

Saat team investigasi dari media Bratapos.com mencoba masuk, ditolak oleh petugas pintu depan perusahaan CV.CSS bernama A Weng.

“lu sudah telpon A Wong..? Hubungi aja loh.” Kata petugas pintu yang bernama A Weng saat menanyakan keberadaan A Thak alias Robert Lee alias A Thak Lee bos besar CV.CSS. “bagaimana bisnis pengolahan emas didalam bang?” Tanya kepala cabang Bratapos Sumbagut Fahmi Handrianto kepada A Weng. “Agak lesu bang sedikit sekarang yang diolah biasanya mau ratusan kilo sekarang seratus saja sulit dapat.” Ungkap A Weng tanpa sadar sudah menyakini adanya industri besar didalam aktivitas diam-diam dalam ruko tersebut.

“mesin yang digunakan didalam pasti besar Watt listriknya ya bang?” Lanjut bertanya pada A Weng yang sibuk mau masuk kedalam ruko. ” Sudah “dimainkan” PLN itu bang.” Jawab A Weng tersenyum mengejek petugas Listrik di Indonesia yang bisa diajak kerjasama.

disini benar CV.Citra Seni Sumatera atau CV.Citra Sumatera Seni bang?” Tanya media Bratapos.com kepada A Weng. “Iya..iya bang, hubungi aja A Wong ya dia yang lebih faham menjelaskannya”. Jawab A Weng berlalu menutup pintu ruko yang berlapis dua tersebut.

“Pihak CV.CSS diduga kuat mengkangkangi perundangan-undangan yang ada di Republik Indonesia ini, Pasal 39 ayat (1) huruf d Jo pasal 39a Undang–undang Republik Indonesia No 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang–undang Republik Indonesia No. 16 tahun 2009”. Terang Batubara ketua Kontras Independen Regional Sumatera.

“diduga telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan yaitu menyampaikan surat pemberitahuan dan atau keterangan yang berisi tidak benar dan menerbitkan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya”.tutup Batubara.

Reporter : Fahmi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA