oleh

Petani Tembakau Jawa Timur Panen Melimpah

(Last Updated On: Kamis, 22 Oktober 2020)

Sidoarjo,bratapos.com-Area kebun tembakau seluas 121,729 Ha di Tahun 2019 merupakan capaian tertinggi Provinsi Jawa Timur selama 15 tahun terakhir dengan produksi 132.648 ton memberikan kontribusi 72 % terhadap produksi tembakau nasional sebesar 183 146 ton.Hal tersebut di ungkapkan Kadisbun Propinsi Jatim Ir Karyadi MM kepada wartawan, Kamis (15/10).

Menurutnya, setelah produksi melimpah tradisinya stok tembakau di tahun berikutnya (2020) akan menumpuk dan akan di ikuti menurunnya permintaan pasar atas tembakau oleh pabrik rokok.“Oleh karena itu kebutuhan area produksi tahun 2020 di proyeksikan akan mengalami penurunan sebanyak 20% atau tinggal seluas 97.383Ha dengan perkiraan produksi 106 118ton di samping faktor produksi tahun 2019, faktor lainya adalah trend produksi rokok nasional mengalami penurunan sekitar 5 sampai 7 persen,” ungkapnya.

Jika area tanam tidak turun, kata Karyadi di khawatirkan akan terjadi over produksi yang berdampak langsung terhadap penurunan harga.“Belajar dari pengalaman nampaknya petani tembakau Jatim cukup antispatif terhadap kondisi pertembakauan yang sedang terjadi hingga pertengahan oktober 2020 area tertanam tembakau Jawa Timur seluas 101 198 (Hekto Are) atau 103,92% ya luas area tembakau tidak akan jauh dari proyeksi tahun ini seluas 97,383Ha,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Karyadi untuk tembakau voor oogst dan tembakau besuki ( Naoogst ) tanam awal sudah tertanam seluas 101.198 Ha.“Sementara tembakau besuki pola tradisional di perkirakan masih ada yang menanam,” ujar Karyadi MM.

Lebih lanjut, saat ini sedang musim panen tembakau di Jawa Timur, luas area tembakau yang di panen 79.303 Ha dengan produksi 94.522 ton dan produktifitas rata – rata 1192 Kg /ha angka tersebut di prediksi akan terus meningkat karena panen tembakau masih terus berlangsung.“Panen tembakau tidak dilakukan secara serentak tapi dilakukan bertahap sesuai kemasakan daun di mulai daun bawah, tengah dan terakhir daun atas, pada awal panen petani sempat khawatir ,karena tidak seluruh gudang tembakau buka untuk melakukan pembelian, tapi ketika mereka takut hasil panennya tidak terjual,” terang Karyadi.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi pertembakauan di Direktorat Jendral, masih kata Karyadi perkebunan tanggal 08 september 2020 dengan hasil rapat antara lain memutuskan Pemerinntah pusat meminta industri hasil tembakau (Pabrik Rokok) membeli atau menyerap seluruh produksi petani.“Hasil panen tahun 2020 dengan harga sesuai kesepakatan penjual dan pembeli. Harga tembakau pada musim panen tahun ini berfariatif sesuai jenis dan mutu daun tembakau, kisaran harga daun kering krosok atau rajangan antara Rp 13ribu sampai 45ribu per kilogram namun ada juga jenis tembakau tertentu dengan harga yang cukup tinggi semisal di Magetan dan Ponorogo mencapai Rp 150ribu per kilogram, di Tulung Agung ada yang mencapai Rp 80ribu per kilogram namun jumlahnya hanya sedikit jenis spedifik biasanya hanya untuk memenuji permintaan pasar dari Jawa Tengah,” terangnya

Reporter C@n

Publish Witnyo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA