oleh

Proyek Pembangunan Talud Desa Kejawan Tanpa Papan Proyek Mengapa???

GROBOGAN, Bratapos.com – Pembangunan infrastruktur fisik diera reformasi dan otonomi daerah dewasa ini mensyaratkan feedback umpan balik dari semua elemen masyarakat yang ada untuk mengontrolnya.

Bagaimana tidak, Reformasi dan desentralisasi dibuat berdasarkan harapan untuk mengurangi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) disegala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terkait hal tersebut, salah satu peraturan yang diterapkan wajibnya pemasangan papan nama proyek oleh pelaksana proyek, sesuai dengan prinsip transparasi anggaran.

Seperti pembangunan Talud sepanjang sepanjang Desa Kejawan kecamatan Tegowanu kabupaten Grobogan. Sejauh pantauan ini tidak ada pemasangan papan pengumuman proyek.

Padahal transparasi anggaran sudah menjadi keharusan pemerintah dalam menjalankan kerjanya. Dimulai sejak awal sampai akhir proyek yang dilaksanakan pemerintah.

Aturan tersebut sudah jelas tertera dalam UU No. 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Permen Pekerjaan Umum No.29/PRT/M/2006, dan Permen Pekerjaan Umum No.12/PRT/M/2014, serta Kepres No.70 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Pihak pelaksana diwajibkan memasang papan nama proyek sehingga masyarakat mudah melakukan pengawasan terhadap proyek yang sedang dikerjakan.

Proyek talud Desa kejawan tersebut juga tidak ada penanggung jawab. Saat dari media menayakan dari salah satu tenaganya, Selasa (20/10/2020) sekira pukul 10.00 Wib. “Terpisah Kades Kejawan Sugeng Haryanto pun saat mau dimintai Klarifikasi pun juga menghindar kenapa? berdasarkan info warganya, kepala Desa kejawan itupun katanya jarang dikantor, pernah saat di datangi dari Tim media dia juga lagi sibuk dikandang ayamnya, bahkan kades juga membentak menyuruh media untuk memberitakan. (Nek arep mbok beritakne rapopo) ucap kadesnya.

Reporter: Nur/Arief
Editor: Arta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA