oleh

Perhatikan Kebutuhan Pasar Sebelum Produksi Barang

Last updated: Senin, 19 Oktober 2020, 21:32 WIB

SEMARANG, Bratapos.com – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diminta tak hanya fokus pada produk yang dijalani saat ini, tapi juga terus berinovasi dan kreatif. Perhatikan kebutuhan pasar sebelum memproduksi barang.

Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng Atikoh Ganjar Pranowo saat pembukaan pelatihan bertajuk Fastrack UKM Ekspor, Sinau Online Marketing 2020, Senin (19/10/2020), yang diselenggarakan Bank Indonesia. Selain Atikoh, hadir pula pada pelatihan yang digelar secara daring itu Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jateng Iss Savitri Hafid, Atase Perdagangan Canberra Agung Wicaksono, Konsul Jendral Hamburg Adrian Wicaksono, dan para diaspora Indonesia diluar negeri.

Atikoh mengatakan pelaku UKM di Jateng harus terus berinovasi dan kreatif. Karena saat pandemi Covid-19 terjadi perubahan kebiasaan konsumen terhadap pembelian produk. Formula seperti itu juga harus diterapkan saat pelaku UKM akan menjual barang keluar negeri. Atikoh meminta agar lebih dulu melihat dan mempelajari kebutuhan pasar sebelum membuat suatu produk.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jateng Iss Savitri Hafid mengatakan, pelatihan itu digelar untuk membekali pelaku UKM agar bisa menembus pasar Australia, Jerman, dan Singapura. Mereka diberi pelatihan seputar product development, packaging, labeling, market development research, dan segala hal yang membuat sebuah produk layak ekspor. Provinsi Jateng ada sekitar empat juta UKM. Dengan potensi tersebut, setiap tahun BI selalu melakukan kurasi untuk selanjutnya ditemukan dengan potential buyer.

Iss Savitri menyatakan bagi 350 peserta yang dinilai belum siap ekspor, BI Jateng akan melakukan pendampingan. Peningkatan kapasitas tersebut dilakukan dengan cara daring, melalui ajang ‘Sinoman’ (Sinau Online UMKM Gayeng). Sementara itu, Atase Perdagangan Canberra Agung Wicaksono mengatakan, antara Indonesia dan Australia telah meratifikasi IA-CEPA. Dengan kesepakatan Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement, barang dari Indonesia tidak dikenakan bea masuk. Hal itu bisa menjadi peluang bagi pengusaha UKM.

Reporter: Imam Bbm
Editor: Lut Arta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA