by

Menolak Lupa! SZ Berhasil Daratkan Pesawat di Bandara Muara Bungo Saat Jadi Bupati

Bungo, Bratapos.com – Saat menjabat sebagai Bupati Bungo, H Sudirman Zaini (SZ) punya peran besar dalam kemajuan pembangunan di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun. Salah satu bukti nyata yang masih dirasakan hingga kini adalah mendaratnya pesawat Aviastar dan jenis Boing 737 di Bandara Muarabungo.

Seperti diketahui, sebelum SZ menjabat sebagai bupati, Bandara Muarabungo baru selesai dibangun dan belum ada aktivitas penerbangan. Tanpa ragu, SZ lalu melanjutkan tongkat estafet dari Bupati Zulfikar Achmad (ZA) dalam melengkapi fasilitas dan pengoperasian Bandara Muarabungo.

“Bandara mulai dibangun saat saya masih menjadi Wakil Bupati Bungo mendampingi pak Zulfikar Achmad. Mulai dikerjakan sejak tahun 2008, dengan dana multi years total sekitar Rp517 miliar,” ulas Sudirman Zaini, Minggu (18/10/2020).

Setelah itu, lanjut SZ, saat dirinya menjadi Bupati Bungo (tahun 2011) barulah pelan-pelan bandara yang diimpikan masyarakat Bungo dilanjutkan pembangunannya. Seingat SZ, saat itu tak kurang dari Rp33 miliar dari APBD Bungo dan Rp50,52, miliar dari APBN berhasil digelontorkan untuk pengembangan fasilitas bandara Muarabungo.

“Anggaran itu kita fokuskan untuk perwajahan dan kelengkapan bandara. Berbagai penunjang utama bandara dibangun, diantaranya pembangunan konstruksi landasan pacu (Runway) dan marka, pengerjaan konstruksi landas hubung (Taxiway) serta pembangunan konstruksi landas parkir (Apron),” beber mantan bupati yang kini kembali mencalonkan diri sebagai Cabup Bungo periode 2021-2024 ini.

Setahun kemudian atau di tahun anggaran 2012, terang SZ, pembangunan lanjutan bandara terus dilakukan dengan target akhir sampai pemanfaatan/beroprasinya Bandara Muara Bungo. Kucuran dana lebih dari 11 miliar di alokasikan untuk menyelesaikan, penuntasan pengerjaan bandara yang belum selesai diantaranya studi penyusunan tata letak peralatan Bandara Muara Bungo.

“Studi penyusunan Instrument Flight Procedur (IFP) peningkatan pengerjaan konstruksi halaman parkir terminal penumpang. Kemudian pengerjaan cubside konstruksi beton, pengerjaan galian tanah dan pemadatan area menara terminal dan review design Bandara Muara Bungo,” jelas cabup yang berpasangan dengan Dr Erick Muhammad Henrizal ini.

“Selain itu kita juga menyiapkan alat pemadam kebakaran portable. Leanclearing STA -0+850 (Stopway) diadakan windsock (bendera arah angin). Pembangunan pagar bandara hingga berbagai pendukung untuk menunjang kenyamanan di terminal penumpang Bandara Muara Bungo,” jelas SZ lagi.

Setelah semua selesai, kata SZ, akhirnya pada tahun 2012 setelah dilakukan uji coba landasan, Bandara Muara Bungo secara resmi dapat dioperasikan. Pada awal-awal, menurut SZ, jumlah penumpang yang wara-wiri di Bandara Muara Bungo setiap Bulan mencapai 1.250 orang dengan rute penerbangan Muara Bungo-Jakarta atau sebaliknya.

“Alhamdulillah, sejak penerbangan perdana Bandara Muara Bungo terhitung 18 Desember 2012 hingga pertengahan Maret 2013 jumlah penumpang yang telah diangkut mencapai 8076 orang penumpang,” terang SZ.

Dituturkan SZ, di tahun 2013, dirinya kembali berhasil menarik anggaran Rp21 miliar dari APBD Provinsi Jambi. Anggaran ini, kemudian digunakan untuk memperindah akses menuju bandara.

“Di tahun 2013 ini kita lakukan pengaspalan jalan masuk menuju bandara, perataan tanah, menyelesaian galian tanah hingga penataan pembangunan drainase kawasan bandara. Selanjutnya, pemasangan instalasi listrik bandara dan gardu listrik dan reservoir gedung bandara serta terminal bandara hingga seluruh mobile kebutuhan bandara termasuk perpanjangan landasan pacu,” kata SZ.

Lebih jauh dikatakan SZ, setelah seluruh komponen bandara lengkap dengan landasan pacu yang bisa didarati oleh pesawat Aviastar, barulah SZ menjalin komunikasi ke maskapai penerbangan ternama.

“Dengan kondisi landasan pacu yang panjang (1600 meter) setelah dilakukan perpanjanagan Sriwijaya Airlines dan maskapai nasional lainnya jenis boing 737 mulai mendarat di Bungo. Baik itu rute Muara Bungo-Jakarta dan sebaliknya, maupun rute-rute pendek seperti Muara Bungo- Jambi, Muara Bungo-Kerinci,” tegas SZ.

“Proses negosiasi dengan pihak Sriwijaya Airlines ini sebenarnya sudah selesai sebelum pelantikan Bupati Mashuri tanggal 14 Juni 2016. Hanya saja, pesawat diminta mendarat sesudah pelantikan,” tandas SZ. (TMC SZ-Erick)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA