oleh

Evakuasi Jazad Penjala Ikan di Pesisir Laut Selatan, Terhambat Putusnya Akses Jalan

Last updated: Kamis, 15 Oktober 2020, 14:56 WIB

LUMAJANG, Bratapos.com- Seorang pria tua bernama Sudirman diperkirakan umur (58), Warga Dusun Siluman ( Rt.05/Rw.10 ) Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, tewas saat mencari ikan, di wilayah pesisir laut selatan Rowo pandan. Tepatnya di Dusun Tempurejo, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang, Jawa timur. Rabu, (14/10/2020).

Meninggalnya korban berawal saat dirinya bersama Dori (30), warga yang sama juga sebagai saksi atas meninggalnya korban, sekitar pukul:16.00 Wib, sepakat berangkat
dari rumahnya menuju pantai areal Rowo Pandan dengan menggunakan sepeda motor bertujuan menjala ikan.

Sedangkan menurut saksi (Dori) sekitar pukul:17.30 Wib saat menjala ikan, korban tiba tiba mengeluh kepalanya pusing dan sempat meminta tolong, kemudian korban tenggelam. Melihat korban tenggelam Dori segera melakukan pertolongan dengan mengangkat korban ketepian (daratan), tapi sayang perjuangan Dori nampaknya kurang beruntung, karena kondisi korban sudah tidak bernyawa.

“Saat menjala ikan sekitar Pukul:17.30 Wib, korban mengeluh kepalanya pusing dan minta tolong, dan setelah itu korban terlihat tenggelam. Langsung saya hampiri dan saya angkat ke pinggiran, tapi korban sudah meninggal,”Ujar Dori (saksi).

Sementara itu, Kapolsek Tempursari Iptu. Nanang Sulistyo S.H, mengatakan, setelah mendapatkan informasi terkait kejadian petugas jaga Polsek bersama anggota koramil dan petugas kesehatan yang juga di dampingi oleh beberapa perangkat Desa Tempurejo, segera bergegas menuju (TKP) tempat kejadian perkara.

Namun sesampainya di TKP petugas yang tergabung sudah tidak menemukan jazad korban, karena korban sudah dievakuasi oleh pihak keluarganya menggunakan unit mobil ambulan desa.

“Setelah dapat informasi anggota Polsek Tempursari bersama tim medis juga dari anggota Koramil langsung menuju TKP, tiba di TKP pukul: 20.30 Wib ternyata jazad korban sudah tidak ada lagi, dan menurut warga sudah dievakuasi pakai ambulan desa,”Terangnya.

Iptu. Nanang juga menjelaskan, bahwa keterlambatan para petugas ke TKP bukan berarti karena mengabaikan atas kejadian tersebut, melainkan karena terhambat oleh akses jalan.

“Petugas terlambat datang ke TKP itu bukan karena apa, tapi karena tidak ada akses jalan yang bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,”Jelasnya.

Lebih jauh lagi Kapolsek Tempursari Iptu. Nanang menambahkan, bahwa untuk menuju TKP, petugas harus berjalan kaki melewati jalan setapak ditengah hutan. Sementara itu untuk menuju TKP akses jalan dari arah Kecamatan Pasirian bisa dijangkau oleh kendaraan roda dua bahkan roda empat, sedangkan akses jalan dari arah Tempursari tidak bisa karena akses jalan masih terputus biarpun TKP tersebut ikut wilayah kecamatan Tempursari.

“Harus sampai TKP itu, petugas harus berjalan kaki lewat jalan setapak ditengah hutan lagi, karena jalannya masih terputus, memang benar TKP nya ikut wilayah kami (Tempursari), tapi jalan menuju TKP tidak bisa dilalui kendaraan biarpun roda dua sekalipun. Lain jika dari arah Pasirian bisa dijangkau dengan kendaraan, bahkan roda empat pun bisa,”Jelas Nanang Sulistyo.

Pihaknya juga mengatakan jika kejadian tersebut diinformasikan oleh Dori (saksi), kepada kepala desa Bades dan diteruskan ke pihak keluarga korban, yang selanjutnya langsung berangakat melakukan evakuasi menggunakan mobil ambulan Besa Bades. Sedangkan jenazah sampai dirumah duka sekitar pukul:21.30 Wib, di Dusun Siluman, Desa Bades, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, dan pihak keluarga mengatakan bahwa jenazah korban akan dimakamkan ke esokan harinya, atau hari Kamis, 15 Oktober 2020,”Pungkasnya.

Reporter: Doris Baratapos (Tim).

Editor/Publisher: Shelor

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA