oleh

AKBP Deni Kurniawan Jelaskan Kronologis Kematian Buronan Yang Pukul dan Tembak Petugas Kepolisian

Last updated: Senin, 28 September 2020, 22:47 WIB

Labuhanbatu | Bratapos.com – Buronan Polres Labuhanbatu berinisial ARM tewas usai dihadiahi timah panas di bagian paha sebelah kanan, karena tersangka melawan petugas kepolisian sesaat akan diamankan oleh petugas kepolisian yang sedang menjalankan tugas.

Dalam kondisi lemah tersangka dibawa petugas kepolisian ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan, akan tetapi nyawa tersangka tidak dapat diselamatkan.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, senin (28/9/2020) dalam konferensi pers tentang pengungkapan perkara penganiayaan berat dan atau melawan petugas yang sedang menjalankan tugas mengatakan Bahwa saat ini jenazah Tersangka sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Jarasmen Saragih, untuk dilakukan otopsi dan kita masih menunggu hasilnya ,”ucapnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan menerangkan, tindak pidana ini terjadi di Jalinsum Membang Muda, Desa Perkebunan Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara pada Rabu (23/9/2020) sekira pukul 23.00 Wib. Di mana Bripka Ranjinsyah Personil Kepolisian Polsek Kualuh Hulu Polres Labuhanbatu menjadi korban penembakan saat sedang bertugas.

“Saat ini korban dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan,” jelas Kapolres Labuhanbatu.

Menurut Kapolres, malam itu personel Polsek Kualuh Hulu Aiptu M Fujiansyah Harahap bersama Aipda Thomas Sinaga dan Bripka Ranjinsyah Siregar, sedang melaksanakan tugas di Jalinsum Membang Muda dan berhasil mengamankan 2 pelaku pungli berinisial ARM dan Awik.

“Ternyata kedua pelaku merupakan DPO curas yang terjadi pada Januari 2019 di Jalinsum Gunting Saga. Namun pada saat diamankan, pelaku ARM melakukan perlawanan terhadap Aipda Thomas Sinaga, dan pelaku berhasil mengambil senjata api milik Aipda Thomas. Saat itu juga terjadilah pergumulan antara pelaku dengan personel,” jelas AKBP Deni Kurniawan.

Petugas kepolisian terbaring akibat tertembak tersangka

Melihat hal tersebut, lanjut Kapolres, Bripka Rajinsyah Siregar langsung membantu rekannya. Akan tetapi pelaku berhasil menembakkan senjata api tersebut ke arah Bripka Rajinsyah Siregar dan mengenai perut korban.

“Selanjutnya para pelaku langsung melarikan diri sambil membawa kabur senjata api milik Aipda Thomas Sinaga,” papar Kapolres.

Mengetahui hal ini, Polres Labuhanbatu membentuk Tim dan pada Jumat (25/9/2020) sekira pukul 11.00 Wib dimana, Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu dan Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu berhasil melacak pelarian tersangka ARM yang bersembunyi di wilayah hukum Polres Tapanuli Utara tepatnya di Kecamatan Pangaribuan.

“Tim langsung berkordinasi dengan Kepolisian Polsek Pangaribuan dan Polsek Siborong-borong untuk mengamankan tersangka yang sudah bergeser ke Siborong-borong. Lalu tersangka berhasil dibawa ke Polres Tapanuli Utara dan selanjutnya tersangka dijemput oleh tim gabungan,” sebutnya.

Pada Jumat (25/9/2020) sekira pukul 23.30 Wib, Tim Gabungan Polres Labuhanbatu menjemput tersangka ARM dari Polres Tapanuli Utara, tiba di Mapolsek Kualuh Hulu petugas kepolisian langsung mengintrogasi tersangka untuk mengetahui dimana keberadaan rekannya Awi.

Berdasarkan keterangan dari tersangka, mereka melakukan pelarian dengan tujuan Medan, namun Awi menyarankan untuk bersembunyi di tempat yang dulu Si Awi ini bekerja sebagai supir truck di daerah Padang Mahondang Ujung, Kabupaten Asahan,” jelasnya.

Akhirnya kedua pelaku menuju lokasi tersebut. Namun setelah sampai di sana, ARM merasa tidak nyaman sehingga melanjutkan perjalanannya kembali dan menuju Pangaribuan. “Mendengar keterangan tersebut pada Sabtu (26/9/2020) sekira pukul 02.00 Wib, tim bergerak dari Mapolsek Kualuh Hulu menuju lokasi keberadaan Awi. Sekira pukul 04.25 Wib, Tim sampai di lokasi yang dimaksud,” tuturnya.

Selanjutnya untuk melakukan penangkapan terhadap Awi, Petugas membagi 3 Tim. Namun saat berada di tempat persembunyian kedua, ARM memukulkan kepala Bripka Sumiadi Joko dengan benda keras dan terjadilah pergumulan.

“Melihat itu, Bripka E Sitohang mencoba melepaskan genggaman Tersangka dari baju Bripka Sumiadi Joko. Namun Tersangka mencoba merebut senjata Bripka E Sitohang yang disimpan di pinggang sebelah kanan dan Bripka E Sitohang menangkap tangan tersangka dan melepaskan genggaman pelaku dari pinggang,” jelas Kapolres.

Begitupun, lanjut Kapolres, pelaku kembali menarik baju Bripka Sumiadi Joko dan Bripka E Sitohang menembakan senjata ke udara sebanyak 2 kali. Namun peringatan itu tak dihiraukan oleh Tersangka.

“Tersangka masih tetap berusaha menyerang Bripka E Sitohang dan mencoba menarik Bripka Sumiadi Joko ke parit bekoan dan terjadi tarik menarik di situ, hingga Bripka E Sitohang menembak pelaku hingga mengenai paha sebelah kanan pelaku,” tandasnya.

Saat itu juga pelaku terjatuh bersama Bripka Sumiadi ke dalam parit bekoan. Di mana, dimana pelaku tertimpa Bripka Sumiadi Joko.

“Bripka E Sitohang mencoba menolong Bripka Sumiadi dan Tersangka dari parit bekoan, namun dikarenakan situasi pinggiran parit licin, sehingga Bripka E Sitohang tidak mampu untuk menarik keduanya. Tidak berapa lama, Aiptu Edi Syahputra datang membantu Bripka E Sitohang untuk mengeluarkan pelaku bersama Bripka Sumiadi dari parit bekoan. Setelah keluar dari parit bekoan, Kanit Reskrim beserta tim lainnya tiba, karena tadi sudah membagi bagikan tim untuk penangkapan tersangka kedua,” terangnya lagi.

Melihat Bripka Sumiadi Joko dan pelaku sudah tergeletak dalam keadaan lemas, Kanit Reskrim beserta tim langsung membawa Bripka Sumiadi Joko dan ARM ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan medis. Namun setibanya di Rumah Sakit Lina di Aek Loba, pihak medis mengatakan Tersangka sudah tidak bernyawa lagi dan Bripka Sumiadi Joko mengalami luka robek pada bagian kepala sebelah kanan.

“Dari catatan kepolisian, tersangka ARM adalah DPO kasus curas yang terjadi pada Selasa (29/1/2019) sekira pukul 04.00 Wib di jalinsum perlintasan kereta api gunting saga, dia juga residivis kasus pencurian dengan pemberatan pada Senin (27/7/2015) sekira pukul 00.30 WIB di jalan utama panjang bidang Kelurahan Gunting Saga. Pelaku ini sudah beberapa kali menjadi residivis,” tegas AKBP Deni Kurniawan.

Reporter : OC Panjaitan

Publishere : Fahmi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REKOMENDASI UNTUK ANDA