by

Elite LMDH Wono Lestari “Siti Sundari” Bisu Soal AD/ART.

LUMAJANG, Bratapos.com- “Siti Sundari” adalah sebuah kawasan wisata yang kini sedang heboh dikawasan hutan produksi Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa timur.

Dimana wisata alam tersebut adalah produk dari program Pemerintahan Jokowi, KULIN KK atau Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan dan IPHPS maupun Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial di Pulau jawa yang diharapkan menjadi salah satu program mengentaskan kemiskinan.

Namun hal itu tidak akan sejalan, jika Elite LMDH mementingkan kepentingan pribadi atau kepentingan oknum-oknum tertentu saja, dan memfilter segala bentuk informasi untuk kepentingan elite LMDH itu sendiri, tentu saja hal tersebut menjadi pergunjingan bagi anggota LMDH Wono Lestari Desa Burno Kecamatan Senduro lainnya, yang seakan dijadikan formalitas saja.

“Belum ada laporan keuangan dihadapan anggota LMDH, tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan keluar masuknya keuangan,”Ujar Hadi, salah satu Anggota LMDH Wono Lestari Desa Burno.

Selain itu, Hadi juga menjelaskan bahwa ia sudah tidak ingat lagi kapan terakhir ada pelaporan keuangan dari pengelolaan LMDH Wono Lestari.

“Lupa saya, karena sudah lama sekali rapat anggota tersebut,”Jlentrehnya, Jum’at, (25/9/20).

Hal ini sejalan dengan apa yang dikeluhkan Sutondo, Kepala Desa (Kades) Burno selaku pembina LMDH, yang selama ini merasa hanya dijadikan pelengkap saja, secara formalitas kelembagaan untuk meraup keuntungan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan amanah yang diembannya.

“Berkas apapun saya tidak punya, artinya segala sesuatu tentang LMDH di Wono Lestari ini, saya selaku pembina tidak pernah dilibatkan,”Tegasnya.

Bukan itu saja, bahwa LMDH Wono Lestari, disebut-sebut tidak memiliki Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tanggah (AD/ART), sehingga terjadi banyak pihak mempertanyakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak Perum Perhutani KPH Probolinggo, dengan LMDH Wono Lestari desa Burno Senduro Kabupaten Lumajang.

Deddy Hermansyah selaku dari Tim Pendamping Masyarakat (TPM) Perum Perhutani, yang juga merangkap sebagai Dewan Pengawas Perusahaan Daerah (PD) Semeru Kabupaten Lumajang, sebagai seorang TPM yang tugasnya adalah melakukan kegiatan asistensi, pendampingan tahap perencanaan maupun tahap pelaksanaan kegiatan organisasi maupun lembaga dalam ruang lingkup Perhutani, dirinya mengaku memilih bungkam saat ditanya tentang AD/ART LMDH Wono Lestari.

Berbeda dengan Edi Santoso Ketua LMDH Wono Lestari, ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp nya menegaskan, jika LMDH Wono Lestari tidak memiliki legalitas yang resmi, bahkan sekertariatan nya juga tidak aktif.

Sementara Sutari yang mengeklaim dirinya sebagai Humas LMDH Wono Lestari Desa Burno, yang juga sebagai Mandor Perum Perhutani PKBH Senduro, dirinya mengaku sudah tidak mempunyai wewenang untuk berbicara sebagai perwakilan LMDH, karena dirinya akan mengundurkan diri dari kepengurusan LMDH Wono Lestari.

“Saya akan mengundurkan diri sebagai humas LMDH Wono Lestari,”Paparnya di hadapan Asper BKPH Senduro Lesmana, dan Mandor Asmad, rekan dari kerjanya di Perhutani.

Sementara asper BKPH Senduro Lesmana, menekankan bahwa PKS “Siti Sundari” adalah bentuk kerja sama tiga elemen antara LMDH Wono Lestari, Pemerintahan Desa Burno dan Perhutani, selaku operator kawasan hutan.

“Jadi sudah jelas ya, bahwa yang melakukan PKS adalah LMDH, tapi untuk bertanya AD/ART LMDH bukan ranah kami untuk menjawab, itu adalah wewenang Humas dan ketua LMDH yang bisa menjelaskan,”Ujarnya (24/9/20).

Sebelumnya Edi Santoso ketua LMDH Wono Lestari yang sempat dipanggil Kejaksaan Negeri Lumajang hingga kini, masih belum bisa dikonfirmasi, sementara Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang Lilik D Prasetio, S.H., membenarkan atas panggilan terhadap Ketua LMDH Wono Lestari namun dirinya hanya menegaskan sebagai klarifikasi saja, menindak lanjuti laporan Masyarakat.

Reporter: Wawan

Editor/Publisher: Shelor

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA