by

Diduga Bangunan Siluman di RSUD Tengku Mansyur Tanjung Balai

Tanjung Balai, Bratapos.com – Rumah Sakit Umum Daerah (Dr. Tengku Mansyur) Kota Tanjungbalai adalah rumah sakit terbesar di Kota Tanjungbalai. Rumah sakit yang didirikan pada tahun 1930 ini merupakan rumah sakit yang sangat digandrungi oleh masyarakat, tak hanya itu saja rumah sakit ini juga berada di bawah naungan Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Seiring berjalan waktu dari tahun ke tahun RSUD Dr. Tengku Mansyur ini mengalami perkembangan baik dari staff pekerja dan fisik bangunan. Namun ada sesuatu hal yang jadi pertanyaan besar bagi masyarakat Kota Tanjungbalai, dimana ada terlihat di atas tanah RSUD Dr. Tengku Mansyur berdiri bangunan yang diduga tanpa izin (siluman).

Terkait akan hal ini, beberapa awak media datang untuk mengkonfirmasi ke Dirut RSUD Dr. Tengku Mansyur melalui dokter Hendarmin tapi tidak berhasil untuk ditemui, karena alasan dokter Hendarmin sudah pulang pada pukul 15.00 Wib, ucap salah seorang staff.

Adapun tujuan kedatangan awak media untuk mempertanyakan bangunan itu didirikan dari dana apa, karena yang terlihat oleh awak media selama beberapa hari pengerjaan tidak terlihat plang pengerjaan.

Seperti yang diketahui dalam undang undang No. 14 Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tahun 2008, bahwasanya setiap pengguna anggaran baik dari APBN maupun APBD ataupun yang menggunakan anggaran pemerintah wajib untuk di publikasikan ke publik guna untuk menghindari terjadinya Mark Up.

Dikarenakan dokter Hendarmin sudah pulang pada pukul 15.00 Wib, awak media disambut oleh Plt TU RSUD Dr. Tengku Mansyur Tiur Lismawati bersama dengan seorang staff nya, setelah itu perbincangan santai pun terjadi antara Plt TU dengan para awak media di ruangan Dirut (red).

Selanjutnya awak media pun bertanya kepada Plt TU tentang bangunan yang ada di atas tanah RSUD Dr. Tengku Mansyur itu, dengan pertanyaan, “itu bangunan untuk apa buk”, Plt menjawab “setahu saya pak untuk gudang penyimpanan obat obatan”, dana dari mana tanya awak media, Plt menjawab “kalau itu saya kurang tahu pak”, tanya lagi dari awak media, jadi siapa yang bertanggung jawab..? Plt menjawab setahu saya semua pengguna anggaran untuk bangunan atau apapun dari rumah sakit ini itu ranahnya Dinas Kesehatan, bapak tanyala Dinas Kesehatan kami tidak mengetahui kalau sampai kesana, tutup Tiur, Senin 21 September 2020 sekitar pukul 15.20 Wib.

Herman selaku Ketua dari DPP LSM Tumbak (Tim Ungkap Masalah dan Brantas Korupsi) menduga bangunan itu telah terjadi Mark Up atau penyelewengan, Herman menjelaskan “setiap pengguna anggaran yang atas nama Pemerintah harus jelas dasar penggunaan nya, baik untuk digunakan apa dan bagaimana”, jelas Herman saat di konfirmasi awak media, Selasa 22 September 2020 pukul 12.00 Wib.

Herman menambahkan, “Saya sudah turun dan melihat bangunan tersebut, Saya melihat tidak ada plang pengerjaan, bangunan juga tidak ada pondasi, besi tiang yang digunakan juga ukuran 6 ml, inikan bangunan yang sangat berbahaya jika ditempati, bangunan yang kurang kekuatan ini bisa saja roboh seketika dan yang jadi korban adalah orang didalamnya”,tegas Herman.

Saya mengira bangunan ini terkesan asal jadi dan Saya juga meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan dan Tipikor Polres Tanjungbalai untuk segera memanggil dan memeriksa pihak yang bertanggung jawab terkait bangunan yang diduga siluman ini, tutup Herman.

Reporter : Tim Bratapos

Publisher : Handrianto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

REKOMENDASI UNTUK ANDA