oleh

Pemuda dan Mahasiswa Desa Indari Demo PLN Bacan

HALSEL, Bratapos.com – Sejumlah massa aksi yang mengatas namakan Pemuda dan Pelajar Desa Indari Kecamatan Bacan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN Cabang Labuha pada Kamis (17/9/2020).

Aksi tersebut puluhan massa dari Desa Indari meminta agar adanya perhatian penuh oleh pihak PLN Labuha yang di ketahui sebagai Ibu Kota Kabupaten Halmahera Selatan terhadap listrik di Indari yang sudah merupakan kebutuhan dasar masyarkat setempat.

Kepada media ini Randi Rajaloa selaku Korlap Aksi mengatakan, bahwa sejak hadir listrik di Kecamatan Bacan Barat, masyarakat Desa Indari tidak pernah menikmati listrik selama satu bukan full. “Lampu PLN di Desa kami itu sering mati-mati, bahkan terjadi pemadaman listrik secara menerus. Olehnya itu kami datangi pihak PLN Labuha meminta kejelasan yang tepat soal terjadinya pemadaman”, ujar Randi usai menyampaikan bobotan orasi.

Selain meminta kejelasan terjadinya pemadaman listrik di Desa setempat, Randi bersama rekan pendemo juga meminta agar pihak PLN Cabang Bacan memberhentikan Haris orang yang dipercayakan PLN mengawasi setiap terjadi gangguan kelistrikan di wilayah Kecamatan Bacan Barat.

Selain itu, Massa aksi juga meminta agar tenaga kerja khususnya jaringan kelistrikan wilayah Bacan Barat di tambah, massa juga berharap usai menggelar aksi sudah tidak lagi terjadi pemadaman.

“Kami minta yang namanya Pak Haris baiknya di pecat dari tugas karena di anggap tidak serius dan segera tambah tenaga kerja khsusnya di wilayah Bacan Barat”, pintanya.

Sementara Ibrahim Soleman Manager PLN ULP Bacan saat di konfirmasi media ini diruang kerjanya mengatakan, akibat dari gangguan tersebut, anak buahnya sudah dikirim ke TKP beberapa hari lalu, namun sampai saat ini pihaknya sudah berupaya menelusuri penyabab terjadinya pamadaman hingga kini penyebabnya belum ditemukan.

Menurut Ibrahim, pihaknya terkendala akibat kondisi jalan menuju Kecamatan Bacan Barat cukup memprihatinkan. Olehnya itu, kata ibrahim sudah 6 hari pihaknya belum berhasil menemukan penyebab terjadinya korsleting pada jaringan menuju Desa Indari.

“Soal pemadaman kami dari pihak PLN sudah mengetahui hal itu, dan sudah kami kirimkan pegawai PLN ke wilayah yang terjadi gangguang kelistrikan namun sudah enam hari kami juga belum mendapatkan hasil dari mereka yang ke TKP”, pungkasnya.

Ibrahim bilang, selain sebagai Manager PLN ULP Bacan, dirinya juga merupakan petugas lapangan, namun dengan kondisi akses jalan yang tidak memadai, membuatnya tidak bisa ke TKP, pasalnya mobil tidak dapat melangsungkan perjalanan akibat rusaknya jalan lintas menuju Desa Indari Kecamatan Bacan Barat.

“Kendalanya di jalan sehingga menelusuri penyebabnya terjadinya pemadaman agak memakan waktu bahwa sampai hari ini saya masih berupayah menghubungi rekan kerja saya yang sementara berada di wilayah Bacan Barat namun tidak bisa tersambung karena tidak ada jaringan seluler disana”, katanya.

Ibrahim menambahkan, pihaknya akan segera bekerja keras untuk dapat menemukan penyebab terjadinya korsleting pada jaringan listrik tersebut.

(fahri/redaksi)

REKOMENDASI UNTUK ANDA