oleh

Korban Kebakaran Sesalkan Kinerja Dinas Pemadam Kebakaran Halsel

HALSEL, Bratapos.com– Kebakaran kembali terjadi di Desa Amasing Goro Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan. Kejadian Naas itu terjadi pada Rabu sekira pukul 04:00 WIT dini hari tadi, yang manghanguskan dua rumah warga setempat.

Kedua rumah yang berhimpitan alias bersebelahan itu milik Sania Arifin (45) dan Aji Arifin (48) dan isihnya diantara 4 kendaraan (roda dua) dan ijazah serta berkas penting bahkan barang berharga dilalap habis si jago merah. Atas kejadian itu kerugian yang dialami Sania Arifin dan Aji Arifin hingga ratusan juta.

“Kami tidak bisa menyelamatkan barang-barang dalam rumah. Kami lari dengan pakaian di badan, kasihan untuk menyelamatkan nyawa”, ungkapnya.

Ibu dua cucu itu mengaku saat kejadian dirinya bersama dua cucunya yang masih belita dan anak-anak serta suaminya sementara tidur pulas.

“Kami 7 orang tidor dalam rumah, kalau rumah seblah punya kaka ada dua orang deng anaknya karena kaka punya Suami suda meninggal,” jelas cerita Sania saat ditemui media ini.

Sania menceritakan kejadian terjadi sekira jam 4 subuh tadi, api bermula dari pangkalan minyak milik Sania tepat didepan rumahnya, namun sampai saat ini belum tahu menau penyebabnya seperti apa hingga terbakar.

Mirisnya kedua korban kebakaran menyesalkan kinerja penanganan pemadaman kebakaran karena Halsel sebab saat kejadian naas itu satu unit mobil datang dengan beberapa rekan mereka namun kinerja penanganan pemadaman kebakaran yang dibawa naungan Satuan Pamong Praja Halsel tidak efektif alias tidak berguna.

“Pemadam lebih baik jangan di gaji mereka karena tidak ada guna,” aku Sania.

Lebih jauh lagi pihaknya mengaku saat kejadian ada satu unit mobil pemadan kebakaran yang datang tetapi air pemadam juga tidak ada jadi ia meminta Bupati Halsel Bahrain Kasuba agar pecat anggota atau bawahan yang di bidang pemadam kebakaran.

“Kalau mereka kerja bagitu jangan gaji mereka karena tidak ada guna,” sesal Sania.

Sembari menyebut apabila pemadam berguna maka kebakaran itu tidak separah ini dan pasti hanya satu rumah saja karena mobil pemadam kebakaran datang baru terbakat satu unit rumah dan itu bisa dipadamkan.

Selain sesal Sania, warga setempat juga meneriaki dan menyesalkan kinerja pemadam kebakaran yang dibawa kendali Satuan Pamong Praja Halsel.

“Bagaimana bisa padam kalau Mobil pemadam air tidak ada bahkan mobilnya sampe disini rusak dan harus didorong,” teriak warga setempat.

Informasi yang dihimpun media ini hingga berita ini dipublis korban kebakaran Ibu Sania Arifin dan Aji Arifin belum ada bantuan dari Pemerintah Daerah Halsel yang dipimpin Bahrain Kasuba.

(fahri/redaksi)

REKOMENDASI UNTUK ANDA