oleh

Pengacara Kapolres Malang Di Eksepsi Oleh LBH LP.KPK Nasional Soal Legalitasnya

Malang,Bratapos.com-Upaya Advokasi yang dilakukan oleh Advokat Senior, Ridwan Saleh , SH .dan Yessi Triastutik, SH. berlanjut ke rana Praperadilan akibat tidak adanya, respon yang koperatif dari pihak Polsek saat ditemui pihak LBH dan aparat desa, serta keluarga yang sudah berupaya memediasi kedua belah pihak yang berseteru.

Saat di konfirmasi dengan awak media Bratapos.com Ridwan dan Yessi selaku Tim LBH LP KPKN menerangkang kronologi kejadiannya, berawal pelapor Ari Rama Wijaya alamat Jl. P Antasari Desa Sambi Gede RT/RW 12/005 Kec. Sumber Pucung, Kab. Malang dengan terlapor Windri Lestariono alamat Desa Ternyang RT/RW 006/002 Kec.Sumber Pucung, Kab Malang.

Tepatnya pukul 03.00 subuh dini hari tiba – tiba anggota dari Polsek Sumber Pucung datang menangkap Windri dari rumahnya. Penangkapan tersebut oleh kalangan masyarakat dianggap tidak wajar karena bukan OTT melainkan hanya perkelahian biasa soal sepele saja. Ketika itu Pihak Polsek yang disinyalir adalah anggota Reskrim, menurut Terlapor dan juga diperkuat dari keterangan ibunya bahwa Polisi tidak memperkenalkan diri dan tidak menunjuk kan Surat Penangkapan ke pihak keluarga, sehingga ibunya Terlapor panik dan kebingungan karena mengira anak semata wayangnya yang merupakan satu satunya tulang punggung keluarga di culik oleh preman kampung.

Advokat dari LBH LP KPK Nasional itu langsung melakukan mediasi dengan Kanit, bila sekiranya kasus ini dapat ditempuh pola pendekatan Restorative Justice namun Kanit Reskrim mengatakan bahwa Kasusnya diperintahkan oleh Kapolsek untuk tetap dilanjutkan. Tim Pembela LBH LPKPKN merasa ada Kejanggalan atas penangkapan Windri akhirnya pada tanggal 25 Agustus 2020 .LBH LP KPKN mem-Pra peradilankan Kapolri Cq. Kapolda Jatim Cq. Kapolres Kab. Malang Cq. Kapolsek Sumber pucung karena Reskrim Polsek Sumber Pucung dalam melakukan penangkapan dan menetapkan tersangka telah melanggar Hukum Acara pidana UU NO.8 tahun 1981 Tentang KUHAP.

Yang di lakukan sidang mulai tanggal 08 september 2020 ,09 September 2020, 10 September 2020, Sidang yang di lakukan 3 Hari berturut turut, Sidang pertama Ridwan kelihatan bersemangat dalam membaca gugatannya, setelah itu Hakim meminta pemeriksaan Saksi-saksi dan alat bukti Surat.

Didalam Gugatan Praperadilan itu, Ridwan memohon kepada Hakim agar Kapolsek selaku Terlapor harus dihadirkan ke persidangan selaku Pesakitan serta Tersangka Windri selaku Pemohon Praperadilan. Usai sidang, nampaknya Tim Pembela tersebut kecewa kepada Hakim karena tidak menghadirkan ( windri ) Selaku pemohon Dan juga menghadirkan Kapolsek Sebagai termohon,Tapi sidang masih di lanjutkan.

Bahwa ada hal yang menarik perhatian pengunjung sidang, ketika Sidang Pertama mulai dibuka oleh Hakim, ketika masing2 Kuasa Penasihat Hukum diverifikasi Legalitasnya, malah Ridwan langsung melakukan memprotes keras dimana pengacara Kapolres di Eksepsi oleh Ridwan karena menurut Ridwan dua orang anggota dari Kepolisian tersebut tidak mempunyai kompetensi untuk hadir di persidangan dengan membawa Surat Kuasa Khusus dari Kapolres Malang. Menurut Ridwan bahwa didalam Surat Kuasa tersebut tercantum 4 orang Kuasa selaku Penasihat Hukum dari Polres Malang.

Ketika Pengacara dari Polres di verifikasi kuasanya oleh Hakim, Ridwan pun tampil dan berdiri kedepan dengan menyatakan keberatan keras kepada Hakim karena Surat Kuasa Kapolres tidak menegaskan secara tegas bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa baik bersama-sama, suasana Sidang nampak tegang dan agak lucu karena pengacara dari Polres kelihatannya agak gagap memberikan penjelasan dan no comment lalu Hakim menegur mereka berdua dan sidangpun dilanjutkan dengan berjanji bahwa surat kuasa tersebut akan diperbaiki dan diajukan kembali revisinya.
menghukum termohon untuk membayar ganti kerugian materil sebesar RP 30.000.000 (Tiga puluh juta rupiah) Dan kerugian imateril sebesar 100.000.000.(seratus juta rupiah) Secara tunai dan sekaligus kepada pemohon.dan juga menghukum termohon untuk meminta maaf secara terbuka kepada pemohon baik dalam kedudukan. kemampuan harkat dan martabatnya.Dari alhasil putusan sidang yang akan di putuskan pada 15 September 2020 , pungkasnya.bersambung

Repoter : Conk Arif / Heri

Editor / Publizer : Hadi

REKOMENDASI UNTUK ANDA