oleh

Tower Indosat Diduga Tak Berijin di Tengah Pemukiman Warga Padat Penduduk

DENPASAR, Bratapos.com– Tower komunikasi yang menjadi keresahan warga masyarakat Lingkungan Peliatan Sari, Dauh Puri, Denpasar Barat, pasalnya tower tersebut berdiri di tengah-tengah pemukiman padat penduduk.

Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, bahwa tower komunikasi yang berdiri sejak tahun 2002 tersebut telah habis ijinnya sejak tahun 2012.

Setelah ditelusuri lebih dalam ke Diskominfo Provinsi Bali, bapak Novan sebagai Kabid Diskominfo memberikan statement.

“Tower komunikasi itu harus mengantongi 3 ijin, dan ke-3 ijin tersebut haruslah berlaku apabila salah satu dari ijin tersebut tidak ada maka akan ada sangsi dan penindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Novan.

“Dikarenakan untuk sekarang ini permasalahan perijinan untuk penggunaan frekwensi alat komunikasi itu ditangani oleh Balai Monitoring”, terang Novan.

“Ke-3 ijin tersebut adalah, satu ijin dari Balai Monitoring, yang ke dua adalah ijin IMB yang masa berlakunya selama 5 Tahun dan harus diperbaharui, yang ke tiga adalah ijin dampak lingkungan”, lanjut Novan.

“Karena dampak dari tower tersebut bisa membahayakan kesehatan apabila menggunakan frekwensi yang tinggi, karena akan ada radiasi yang di timbulkan dan bisa menggangu kesehatan”, ungkapnya.

“Apabila melanggar dari peraturan yang di tetapkan oleh balai monitoring maka tindakan yang dilakukan adalah menyita alat-alat pemancar komunikasi tersebut”, jelasnya.

“Dan apabila tower tersebut melanggar peraturan ke dua dan ke tiga maka yang menindak adalah pihak Satpol PP setempat”, tutupnya.

Setelah mendapatkan informasi dari Kabid Diskominfo Provinsi, kami lanjut mencari informasi dari Balai Monitoring Provinsi. Berhubung di kantor Balai Monitoring Provinsi ada salah satu pegawainya yang positiv Covid-19 maka kantor tersebut ditutup selama 2 minggu jadi kami masih belum mendapatkan informasi lebih lengkapnya.

(bayu/redaksi)

REKOMENDASI UNTUK ANDA