oleh

Usman-Bassam Bermodal Senyum Bahrain-Muhlis ‘Kalangkabut’

MALUT, Bratapos.com– Suhu politik di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara sepekan ini menjadi trending topik di kanca nasional dikarenakan gagalnya petahana maju bertarung melawan pendatang baru dikandang sendiri. Gagalnya Bupati Bahrain Kasuba menuju periode kedua disebabkan kekurangan pendukung partai politik.

Jauh sebelumnya berbagai toko telah muncul dipermukaan publik dengan tujuan menarik perhatian masyarakat menuju percalonan Pilkada Halsel 09 Desember 2020. Dari berbagai toko itu tak lama menjadi perbincangan dikalangan masyarakat Halsel.

Berjalannya waktu, memasuki tahapan hajatan negara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan di awasi oleh Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) itu hanya tiga paket Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Halsel periode 2020-2025.

Dari tiga paslon itu latar belakangnya berfariasi baik Politisi tulen, Pengusaha, Polri, bahkan pensiunan Aparatur Sipil Negara juga ingin ikut meramaikan hajatan 5 tahunan itu.

Enam orang dari tiga paslon itu yakni Bahrain Kasuba (Bupati Halsel) dan Muhlis Sangaji (Pensiunan ASN), Usman Sidik (Pengusaha-Politisi) dan Hasan Ali Bassam Kasuba (Politisi) serta Helmi Umar Muchsin (politisi) dan La Ode Arfan (Polri). Ketiga Paslon itu digadang-gadangkan bakal merebut kursi 01 dan 02 di Negeri Saruma periode 2020-2025 mendatang.

Namun nasib sial melimpah petahana Bahrain Kasuba saat hendak mendaftar di KPU Halsel, disebabkan kekurangan dukung partai politik seperti yang diatur dalam PKPU.

Sebelumnya Bahrain-Muhlis didukung tiga partai politik yang memiliki enam kursi di legislatif seperti yang di syaratkan dalam PKPU. Tiga partai yaitu Partai Gerindra (tiga kursi), PKPI (dua kursi) dan Partai Perkarya (satu kursi).

Partai hasutan Muhdi PR itu pada 04 Juni lalu resmi mengalihkan dukungan kepada Paslon Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba yang telah sebelumnya didukung tujuh partai politik yakni PKB (empat kursi), PKS (dua kursi), PSI (satu kursi), PAN (satu kursi), Partai Demokrat (dua kursi), Partai Golkar (lima kursi), PDI Perjuangan (dua kursi) dengan jumlah 19 kursi di DPRD Halsel.

Waktu demi waktu petahan terus lakukan berbagai komunikasi politik, namun komunikasi Bahrain tak membuahkan hasil yang signifikan. Bahkan lebih parah dan menyakitkan lagi Bahrain Kasuba yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Kabupaten PKPI Halsel itu di pecat sebagai ketua jelang satu hari pendaftaran di KPU Halsel.

Pemecatan Bahrain Kasuba sebagai ketua DPK PKPI Halsel menuai polemik dan pukulan besar baginya. Memasuki tahapan pendaftaran Balon Usman-Bassam didukung koalisi ‘Gemuk’ itu melakukan pendaftaran di KPU Halsel yang beralamat di Desa Hidayat Kecamatan Bacan. Dalam proses regestrasi dan apsensi untuk tahap verifikasi delapan partai politik di KPU tiba-tiba PKPI yang sebelumnya dinahkodai Bahrain Kasuba itu mendatangi KPU dalam rangka mengantarkan Surat Keputusan model form B1.KWK dukungan kepada Usman-Bassam bersama delapan partai sebelumnya.

Dukungan itu menbuat heboh dipermukaan publik pasalnya partai yang dipimpin petahana pun ikut mendukung Balon koalisi ‘Gemuk’. Bertambahnya dukungan PKPI Balon Usman-Bassam berhasil mendapatkan sembilan dukung partai politik dengan total kurai di DPRD Halsel menjadi 21 kursi.

Jelang memasuki hari terakhir pendaftaran tanggal 06 September pekan kemarin Balon Bahrain-Muhlis mendatangi KPU Halsel tepatnya pada pukul 11:30 WIT yang rombongan yang dipimpin Muhlis Sangaji mendatangi KPU dengan tujuan untuk mendaftar namun dalam tahapan registrasi kepengurusan partai dan SK dukungan terhadap Balon Bahrain-Muhlis itu tak mampu melewatinya, sebab berbagai persyaratan tak mampu dihadirkan rombongan pensiunan ASN itu.

KPU Halsel akhirnya memutuskan tak bisa meneruskan proses pendaftaran berkas petahan itu. Selain itu waktu pendaftaran di KPU telah selesai pada pukul 23:00 WIT.

Sebelum dihari yang sama KPU juga telah menerimah pendaftaran Balon Helmi Umar Muchsin dan La Ode Arfan yang dukung Partai NasDem (lima kursi dan) Partai Hanura (satu kursi).

Pilkada Halsel resmi hanya dua Balon yang mendaftar di KPU yakni Balon Usman-Bassam dan Helmi-Ode pada 09 Desember 2020 mendatang.

Hingga kini tahapan demi tahapan telah dilalui oleh KPU dan Bawaslu Halsel seperti yang diterapkan berdasarkan mekanismenya yaitu verifikasi faktual berkas atau dokumen Balon masing-masing, pemeriksaan kesehatan (swab tes), pemeriksaan psikologi dan mengikuti tes urine di Kantor Badan Narkotika Nasional Malut di Ternate.

Saat ini memasuki pemeriksaan atau tes urine di BNN Malut bagi dua Balon Pilkada Halsel. Seperti yang diketahui Balon Usman-Bassam sudah melalui tes urine dan melanjutkan tahapan tes yaitu psikotes dan wawancara sesuai dengan tahapan KPU yang berlangsung di Muara Hotel, Kota Ternate, Kamis (10/09).

Saat di wawancarai awak media mantan wartawan RCTI sangat santai menjawab pertanyaan awak media. Dia bahkan mengajak kandidat lain agar jangan saling memfitnah dan menghujat akan tetapi lebih fokus pada berkompetisi secara sehat.

Wakil Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat PKB itu juga menyinggung oknum yang menghembuskan isu yang tidak baik karena saat ini masih ada tahapannya.

“Saya mengajak kepada kandidat yang lain mari kita berkompetisi secara sehat, jangan kita saling memfitnah dan menghujat, apa lagi memainkan isu yang tidak benar adanya, karena semua inikan masih ada tahapan-tahapannya”, ujar Usman, Kamis (10/09/2020).

Usman bilang pasangan Usman-Bassam insah Allah paling siap bertarung dalam pilkada 2020 ini, jadi semua pihak dalam kompetisi ini, mari berpolitik secara sehat, jangan mengendepankan etika politik tidak baik, yang jelas Balon Usman-Bassam bakal menciptakan politik yang berbeda di Halsel.

“Kami diserang dalam kondisi apapun, tetap kami andalkan adalah ‘Senyum’. Kami tidak lagi memilah yang mana musuh dan mana lawan, jadi kita semua berkeinginan membangun Halsel kedepan lebih baik,” kata Usman dengan nada santun sambil tersenyum kepada puluhan awak media.

Ditanya soal bergabungnya Bahrain Kasuba ke Balon Helmi-Ode, mantan Jurnalis itu juga sangat santai dengan nada silahkan itu hak politik masing-masing.

“Usman-Bassam siap bertarung, kami anggap semua lawan itu kuat, tidak ada lawan yang ringan, secara psikolog semua menginginkan menang, dan siapa saja mau menang, tetapi dengan cara-cara yang santun”, tandas Usman.

(Fahri/Redaksi)

REKOMENDASI UNTUK ANDA