oleh

Tiga Paket Pekerjaan Dinas PU Bina Marga Dan Sumber Daya Air luput Dari Pengawasan

Sidoarjo – Bratapos.com. Tiga paket pekerjaan peningkatan jalan dibawah satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2020 terkesan lepas dari pengawasan baik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) maupun Pengguna Anggaran (PA)

Kepala Dinas dinilai lalai dalam menjalankan tupoksinya yakni mengendalikan jalannya kegiatan, baik secara Kualitas dan Kuantitas, setidaknya itulah yang disampaikan oleh Ir Haryanto B Direktur Kontruksi LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat) kepada bratapos.com pada hari kamis 10/09/2020

Dari hasil investigasi bratapos.com dan LSM wadah aspirasi rakyat (WAR) diketahui tiga paket tersebut adalah

(1) peningkatan jalan Wilayut – Wonokasian
(2) peningkatan Jalan Ngaban – Kedung Banteng
(3) Peningkatan Jalan Kedung Banteng

Ketiga paket tersebut bernilai masing – masing 1,2Milyar lebih.

Sangat di sayangkan paket pekerjaan yang harusnya dapat dimaksimalkan baik secara kualitas dan kuantitas untuk menghasilkan kontruksi jalan yang optimal dan bermanfaat bagi kelancaran arus barang dan jasa bagi masyarakat, dikawatirkan tidak akan dapat berjalan sesuai tujuan awal diadakannya paket kegiatan ini karena terjadinya pengurangan kualitas dan kuantitas yang diduga dilakukan oleh penyedia demi mendapat keuntungan yang berlebih dengan cara melawan Hukum.

Lebih parah lagi ulah penyedia yang “nakal” ini luput dari pantauan PPK dan seolah – olah Mujiono Selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) tutup mata dan tutup telinga rapat – rapat guna menutupi kecurangan penyedia, indikasi ini dapat dilihat dari diabaikanya surat permintaan Klarifikasi dan Konfirmasi dari bratapos.com dan LSM wadah aspirasi rakyat ( WAR )yang telah dikirim dua minggu yang lalu, namun tidak pernah mendapat jawaban.

Bahkan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Mujiono Selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) berkelit dan terkesan menghindar untuk Memberikan Keterangan pada Wartawan maupun LSM.

Ir.Yudhi Kartikawan Selaku pengguna anggaran (PA) atau Kepala Dinas yang di hubungi melalui nomor ponselnya  kamis 10/09/2020 juga tidak aktif , melalui orang dalam dinas diketahui Yudhi sudah berganti nomer hand phone sejak jadi Kepala Dinas dengan tujuan agar tidak bisa dihubungi Wartawan atau LSM yang di anggapnya hanya menganggu saja” terangnya orang dalam dinas.

Sementara kondisi tiga paket pekerjaan tersebut saat berita ini dirilis juga sangat memprihatinkan.

Untuk paket pekerjaan di Kedung banteng saat ini mangkrak dan tidak nampak ada pekerjaan, berdasarkan keterangan budi warga sekitar ,mengatakan ,” sudah beberapa minggu proyek ini tidak ada pekerjanya mas, mungkin pemborongnya melarikan diri ,” terangnya budi pada bratapos dan tim investigasi pada hari Kamis 10/09/2020

Saat bratapos dan tim memonitoring paket kegiatan yang ada di desa Ngaban pekerjaan sudah rampung namun sama sekali tidak nampak adanya papan kegiatan dan dari keterangan warga ngaban Udin di ketahui bahwa penyedia berusaha mensiasati ketebalan lantai kerja karena menurut Udin warga Ngaban, lantai kerjanya bervariasi antara 5cm ,7cm dan ada yang 10cm terang udin pada bratapos dan tim kamis 10/09 pukul 13.40 Wib’terangnya……. (C@n)

Reporter : Candra
Editor Publisher : Rizki Ardhio

REKOMENDASI UNTUK ANDA