oleh

LSM FDAK Desak Polda Malut Mengusut Tersangkakan Rusmin Latara

HALSEL, Bratapos.com– Lama menghilang cerita tentang kasus korupsi jaringan tegangan menegah (JTM) yang merugikan negara ratusan juta rupiah. Hilangnya jejak kasus tersebut, menggugah empati Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Delik Anti Korupsi (FDAK) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Maka lewat Divisi Investigasi Muksin M. Hi Jauhar meminta kepada Polda Malut menetapkan ‘Tersangka’ kepada Direktur PT. Latara Elektrik Konstruksi, Rusman Latara atas kasus korupsi jaringan tegangan menengah (JTM) interkoneksi pembangunan listrik di Pedesaan Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) karena merugikan Negara sebesar 700 juta rupiah.

Kepada Media Divisi Investigasi Muksin M. Hi Jauhar menuturkan, bahwa jaringan tegangan menengah (JTM) yang di kerjakan PT. Latara Elektrik Konstruksi, milik mantan anggota DPRD Provinsi Rusmin Latara, dengan nilai kontrak sebesar Rp1.302.243.000.

Bahkan sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Malut telah melakukan Penyelidikan atas Kasus yang melibatkan Direktur PT. Latara Elektrik Konstruksi pada tahun 2017. Lantaran bukti laporan yang dibuat 60 persen sedangkan pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut baru dikerjakan 32 persen.

Sementara dalam penyelidikan itu, Rusmin Latara selaku Direktur PT. Latara Elektrik Konstruksi sebagai penyediaan barang atau jasa yang sesuai penandatanganan surat perjanjian kontrak, antara pejabat pembuat komitmen Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Halsel dengan nomor, 540/53/2007, tanggal 27 Agustus 2007, nilai kontrak sebesar Rp1.302.243.000.

Namun saat gelar perkara oleh penyidik Reskrimsus Polda Malut pada tahun 2017, yakni 3 tahun lalu , Divisi Investigasi LSM FDAK Muksin M Hi Jauhar mengatakan bahwa, gelar perkara itu hanya melahirkan koordinasi antara Polda Malut dan BPKP Malut.

Bahkan sampai saat ini, kasus yang melibatkan Direktur PT. Latara Elektrik Konstruksi, yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Rusmin Latara tak kunjung ditetapkan tersangka.

Dengan bahasa pesimis, Muksin M Hi Jauhar menyampaikan bahwa semoga kasus ini segera di usut tuntas, agar memberikan efek positif pada publik terkait penegakan hukum di wilayah Provinsi Maluku Utara.

(Fahri/Redaksi)

REKOMENDASI UNTUK ANDA