oleh

Aneeh..!! “Dipukul Dengan Besi Hingga Gigi Rontok, Korban ‘Ibu Tua’ Ini Malah Jadi Tersangka.!?

SITUBONDO, Bratapos.com- Berharap dalam waktu 7 hari bisa terselesaikan dan mendapat kepastian hukum dan keadilan atas kasus penganiayaan yang menimpa korban Miswani (54), Warga Rt 01, Rw 04 Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan Situbondo, tepatnya Senin 07 September 2020, kuasa hukum korban Titus Wijaya menyatakan di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, Jawa timur.

“Yang pastinya kami harap persidangan ini, bisa selesai dalam waktu satu minggu, dan kami bersama beberapa kantor pengacara yang tergabung Titus Wijaya S.H., dan Partners juga berharap keadilan bisa ditegakkan seadil-adilnya terhadap ibu Miswani korban penganiayaan berat,” tegas Titus kepada para wartawan, Selasa, (08/09/2020).

Anggota team pengacara yang lainnya Mohc. Rosuli, SH.MH., juga menyayangkan lambatnya proses penegakan hukum pada korban Miswani, serta ditetapkan korban sebagai tersangka, padahal menurutnya jelas-jelas ibu Miswani sebagai korban.

“Kami menangani perkara Praperadilan atas ditetapkannya klien kami ibu Miswani, sebagai tersangka, yang mana mestinya sebagai korban dari tindak kekerasan,”Ujar Moch. Rosuli.

Diceritakannya oleh Rosuli, bahwa kliennya dipukul oleh saudara Anwar sampai giginya rontok dengan memakai alat besi, setelah itu diseret seret hendak diceburkan kedalam sumur, bahkan ibunya Miswani yang hendak melerai juga dipukul, yang kemudian kami laporkan ke Polsek Kapongan.

“Tapi fakta dilapangan seharusnya tidak di persulit dan diperlambat, kami mengalami kendala sampai beberapa bulan kasus ini diambangkan, malah 4 bulan kemudian klien kami ditetapkan tersangka,”ujarnya lagi dengan nada sedih.

Pihaknya juga mengatakan sangat sedih dan bingung, atas dasar apa sehingga kliennya yang merupakan korban tersebut harus terbalik menjadi tersangka.

“Sedihnya kami atas dasar apa Miswani ditetapkan sebagai tersangka oleh APH yakni polisi, Justru sebenarnya klien kami korban penganiaan berat,”Tambah Rosuli.

Rosuli berjanji akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa menang dalam perkara kasusnya, bahkan dirinya bukan hanya menggunakan cara-cara hukum dengan melaporkan ke Dewan ataupun Bupati.

“Tapi saat ini kita orang hukum akan berbicara soal hukum, semisal dalam perjalanannya kasus berjalan rumit kami akan melaporkan semua oknum-oknum ke DPRD juga ke Bupati Situbondo,”Tegasnya.

Miswani selaku korban yang saat ini menjadi tersangka, sangat berharap untuk mendapatkan keadilan atas penganiyaan terhadap dirinya, ia menuntut pelakunya agar diganjar dengan hukuman yang seberat-beratnya.

“Kule mintak a kaadilan dek Pak Hakim kalaben Pak Polisi, lebet pak Hartadi jugen Pak Pangacara kule, kule nikah reng binik ben latoah, tak kerah pas bengal ka lalakek deng kassah, kule mintak oreng genika e okom se berrek (saya minta keadilan pada Pak Hakim sama Pak Polisi melalui Pak Hartadi dan Pak pengacara, saya ini perempuan sudah tua, tak mungkin berani sama lelaki dewasa seperti itu, saya minta orang itu dihukum berat),” Ucap Miswani terbata-bata.

Reporter: A free

Editor/Publisher: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA