oleh

Tower Milik Indosat di Denpasar Diduga Tak Kantongi Ijin Semenjak 2012, Warga Sekitar Tower Resah

DENPASAR, Bratapos.com– Tower komunikasi milik provider Indosat ijinnya sudah habis semenjak tahun 2012, anehnya tower yang setinggi 40 Meter tersebut masih berdiri hingga sekarang.

Menurut tanggapan keterangan surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang bernomor 570/1307/DPMPTSP yang ditandatangani oleh Ir. I Made Kusuma Diputra, MT. Selaku Pembina Utama Muda disampaikan, bahwa berdasarkan pengecekan database Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar, sejak tahun 2008 sampai dengan saat ini, bangunan tower di Jalan Maluku II, Gg. III, Lingkungan Peluatan Sari, Dauh Puri, Denpasar Barat belum terdaftar dalam database.

Berdasarkan pasal 21 Perkominfo 02/2008, tentang peraturan mendirikan menara pemancar komuniikasi, Izin Mendirikan Menara menurut Pasal 1 angka 10 Perkominfo 02/2008, menara tersebut sudah tidak layak.

Posisi menara setinggi 40 Meter tersebut berada di tengah-tengah pemukiman warga padat penduduk ditengah-tengah Kota Denpasar.

Made Astana selaku Klian Adat setempat yang juga berada persis disebelah tower tersebut menyatakan keberatannya, “kita selalu khawatir kalau sedang hujan angin, ngeri melihatnya khawatir menara tower tersebut ambruk dan menimpa rumah warga”, ungkapnya.

“Para wargapun banyak yang mengeluh tentang keberadaan tower tersebut, dan sebagian banyak mereka tidak setuju lagi kalau tower tersebut ada disana”, jelas Made Astana.

Setelah kita konfirmasi ke pihak Indosat selaku pemilik tower tersebut, Bagus Data selaku penanggung jawab bidang tower, mengakui bahwa ijin tower tersebut sudah habis tahun 2012, dan anehnya lagi kenapa hingga saat ini tower tersebut masih berdiri disana.

“Iya ijin untuk tower tersebut sudah habis tahun 2012, dan dari pihak pemerintah juga tidak ada surat teguran ke perusahaan kami”, ungkap Bagus Data.

“Pada awal mendirikan tower tersebut menurut informasi dari perusahaan, Indosat menyumbang seperangkat alat gamelan ke pihak desa”, demikian Bagus Data kepada pihak jurnalis.

“Akan tetapi pada tahun 2012 ijin tersebut harus diperbaharui, dan pihak perusahaan sudah mengajukan pembaharuan tetapi hingga saat ini ijin tersebut tak kunjung keluar”, sambung Bagus Data.

Dari pihak penduduk sekitar tower tersebut setelah dikonfirmasi mereka bingung harus mengadu kemana tentang keluhan mereka tersebut, sampai dengan berita ini dinaikkan masih belum ada tindakan apa-apa dari pihak manapun.

(BA/REDAKSI)

REKOMENDASI UNTUK ANDA