oleh

Waria Ditemukan Tewas Di Binjai, Diduga Akibat AIDS

Binjai,Bratapos.com – Seorang waria bernama Hery alias Anggi(40) ditemukan tewas di sebuah ruko tak berpenghuni, tepatnya di Jalan Mutiara Kopi Kelurahan Suka Maju Kecamatan Binjai Barat. Pria tersebut tewas diduga lantaran mengidap penyakit Aids.

Menurut keterangan rekan korban, saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, yakni Boy alias Imel dan Misdi alias Tania, sebelum meninggal korban sempat mengidap penyakit Aids,

Korban yang merupakan warga Kabupaten Langkat itu, keseharian nya memang di ruko kosong tempat dirinya ditemukan tewas, lantaran penyakit yang dideritanya semakin parah, korban memutuskan untuk tinggal di kamar mandi yang terletak di lantai satu bangunan.

Kapolsek Binjai Barat AKP Selamat Riyadi, ketika dikonfirmasi awak media, terkait penemuan mayat waria di dalam ruko tak berpenghuni itu, mengatakan, pihaknya telah mengambil keterangan beberapa saksi untuk proses penyelidikan.

“Kita masih lakukan penyelidikan terkait penemuan mayat di ruko tersebut dan kita masih mencoba menghubungi pihak keluarganya. Kalau dari keterangan saksi yang diperoleh, diduga mengidap AIDS, namun kita belum dapat memastikan, karena masih dalam pemeriksaan Kanit saya di lapangan,” ujar Kapolsek Binjai Barat

Dikutip dari laman Aladokter.com , HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Sampai saat ini belum ada obat untuk menangani HIV dan AIDS. Akan tetapi, ada obat untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut, dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita. (dyk.p)

REKOMENDASI UNTUK ANDA